ABU NAWAS GANGGUIN ORANG PACARAN

PACARAN

ABU NAWAS GANGGUIN ORANG PACARAN

Brebes.net – sore itu Abu Nawas tampak kebingungan pasalnya ia kali kehilangan keledya dasarang k sialan aja kalau terus-terusan hilang begini besok akan kujual kutu Abu Nawas kemudian Ia pun berkeliling kampung untuk mencari keledenya yang kabur itu namun setelah ia berjalan ke sana kemari keledenya masih belum juga ditemukan

karena sudah merasa lelah Ia memutuskan untuk beristirahat sebentar di depan rumah salah satu warga ternyata di rumah tersebut ada sepasang kekasih yang sedang dilanda Asmara sayup-sayup u mendeng Rayan laknya Wah ak Akuu tak itu Abu Nawas pun Sega menghampiri mereka berdua nah Kebetulan aku sangat butuh bantuanmu kata Abu Nawas kepada si lelaki melihat kedatangan Abu Nawas yang tiba-tiba tentu saja membuat si lelaki terjut dan terganggu Tuan ini siapa dan mau apa datang Ki pergilah jangan G kami balas si lelaki Maa ya bukannya akumaksudgangualian berua aku membutuhkan PertolonganMu Timpal Abu Nawas Ya sudah beriahu aku Apa yang bisa aku bantu tanya si lelaki begini Aku telah kehilangan keledeku aku sudah mencarinya ke mana-mana tapi belum juga kutemukan Nah sekarang aku minta tolong padamu beriahu aku di mana keledaiku berada pinta Abu Nawas

Mana aku tahu kenapa kau tanyakan itu padaku balas si Lel loh tadi kamu bilang pada kekasihmu katanya dengan memandangnya kamu bisa melihat dunia dan seisinya makanya aku yakin kamu pasti tahu di mana kediku karena hilangnya kan masih berada di dunia inial Abu Nawas si Pemuda menjadi emosi dengan perkataan Abu Nawas ini ngapain juga kamu mengurusi pembicarau urusi saja ku yang hilang itu bentak si lelaki jadi kamuak tahu di mana ku tanya Abu Nawas akuak tahu danak mau tah Sekarang pergilah Jang gwab pemudaih muda tapboh Bim nanti tuanya Abu naas jangan perama itu dia itu abu Apa maksudmu Siapa yang pembohong ucap si lelaki tidak terima katanya kamu bisa melihat dunia dan seisinya keledu aja kamu tidak tahu bohong berarti kamu jelas Abu naw sambil ngoor

ABU NAWAS GANGGUIN ORANG PACARAN
ABU NAWAS GANGGUIN ORANG PACARAN

pergi kisah selanjutnya ada saja akal cedik Abu Nawas untuk mensiasati hukuman Baginda Raja kisah ini bermula ketika suatu hari Abu Nawas berbuat kesalahan yang membuat Baginda Raja murka oleh sebab itulah ia pun akan dijatuhi hukuman Namun karena serinya lolos dari hukuman yang dijalaninya kali ini Baginda Raja mempunyai cara lain yang berbeda dari biasanya untuk menghukum Abu Nawas kemudian dibawalah Abu Nawas ke tengah alun-alun dengan disaksikan seluruh masyarakat Bagdad he abunwas seru Baginda Raja atas kesalahan yang kau perbuat kamu dihukum harus menjadi gembelel seban kamu harus di jalanan kamu tidak boleh mengemis atau meminta-minta makanan kepada orang-orang dan kamu tidak boleh membeli makanan untuk mengisi perutmu tukas Baginda Raja Lalu bagaimana kalau ada orang yang kasihan terus memberiku makanan Paduka tanya

Abu Nawas itu juga gak boleh kamu tidak boleh menerima makanan dari orang-orang Hai masyarakat Bagdad siapun yang kedapatan memberi Abu Nawas makanan maka akan saya hukum seperti Abu Nawas ancam bagind raja di hadapan masyarakat seketika Abu Nawas pun tertunduk lesu dalam hati ia berkata kuman macam apa ini bagaimana aku bisa mendapatkan makanan dan Mana mungkin aku bisa bertahan sebulan tanpa makanan aku bisa mati kelaparan kalau begini kemudian dengan memberanikan diri Abu Nawas berkata kepada Baginda Raja ampun Paduka yang mulia Bukankah itu sama saja Paduka menghukum mati hamba lebih baik hukum gantong saja hamba sekarang daripada hamba harus mati kelaparan tersiksa Namun keinginan Abu Nawas ini langsung ditolak oleh

Baginda Raja Oh tidak bisa aku sudah tahu akal buukmu aku penuhi keinginan dengan akal cdikmu kamu akan kali lolos dari hukuman dan aku tak ma tertipu untukesekian kalinya sejenak abuas Ius Asa danraha kepusanersebut Diat Itul ti-b diaknya seb jalan keluar yangisnya pun kepada raja mengaj menjadi seorang gembel Abu Nawas beralasan bahwa keledenya adalah satu-satunya hewan yang paling ia sayangi bahkan melebihi rasa sayangnya kepada sang istri kalaupun ia meninggal nanti setidaknya ia meninggal di samping keledai kesayangannya rupanya keinginan Abu Nawas yang satu ini dikabulkan oleh Baginda Raja dan Baginda Raja juga menjanjikan Hadiah uang sejuml000ar itu apabila Abu Nawas bisa bertahan hidup sampai S bulan ke depan ingat Abu Nawas aku akan menyuruh prajurit untuk mengintaimu selama sebulan ini dan pada keesokan harinya Abu Nawas mulai menjalani

hukuman menjadi seorang gembel jalanan bersama kelede kesayangannya di hari pertama Abu Nawas masih bisa bertahan tanpa makan dan minum di hari kedua ia mulai merasakan haus dan lapar dan untuk menghilangkan rasa hausnya itu ia meminum air di sungai yang cernih sementara keledenya dibiarkan makan rumput dan dedaunan lalu ikut minum air di sungai tersebut di hari ketiga dan seterusnya sekucur tubuh Abu Nawas mulai merasakan lemas ia sudah tak kuat menahan rasa lapar hanya dengan meminum air sungai dan diilah Abu Nawas mulai menjalankan ide cemerlangnyaa pun mendatangi warung makan tempat biasa ia nongkrol Hei kawan hutangi aku satu porsi nasi dan ayam bakar nanti bulan depan aku akan membayarnya dua kali lipat pintta Abu Nawas Waduh maaf Abu Nawas Bukannya aku tidak mau menolongmu tapi aku sungguh tak bisa kau lihat sendiri kan ada prajurit istana yang

sedang mengintai kita kalau sampai aku menghutangimu makanan aku bisa dihukum sepertimu buwas tolak pemilik warung jangan khawatir kawan makanan ini kan Bukan Untukku tapi untuk kedeku ujar Abu Nawas mengetahui Abu Nawas mendatangi warung prajurit yang ditugaskan menjadi pengintai segera menghampiri mereka berduai Abu Nawas sedang apa Kamu tanya prajurit ini aku beli makanan untuk kedeku jawab Abu Nawas mana ada kelede makan nasi dan ayam bakar kata prajulb istana Iya aku tahu itu tapi masalahnya aku sudah merasa beberapa hari mendatang ajalku tidak lama lagi menjemput aku akan mati kelaparan dan sebelum ini terjadi aku ingin memberikan keled kesayanganku hidangan yang enak-enak bukanah ini tidak melanggar peraturan jelas Abu Nawas Baiklah tapi awas jangan sampai kamu berbohong dan kamu pemilik warung kalau sampai Abu Nawas ketahuan berbohong kamu akan mendapatkan hukuman seperti Abu Nawas ancam prajurit istana gimana nih Abu Nawas aku tidak berani menjual makanan ini padamu kata pemilik warung kementaran Percayalah kawan aku hutang makanan

ini untuk kedaiku Bukan Untukku Apakah aku pernah berkata bohong padamu tegas Abu Nawas meyakinkan si pemilik warung tahu betul sifat Abu Nawas meskipun sering berbuat konyol dan usil tapi Abu Nawas memang terkenal jujur dan tidak pernah berbohong oleh sebab itulah si pemilik warung pun akhirnya memberi Abu Nawas nasi dan ayam bakar hari berikutnya Abu Nawas kembali mendatangi warung tersebut untuk hutang makanan dengan menu yang sama hal ini Abu Nawas lakukan selama 1 bulan lamanya Sedangkan untuk menghadapi cuaca dingin saat malam hari Abu Nawas memeluk keledainya setelah masa hukumannya berakhir maka dipanggillah Abu Nawas menghadap bikinda Raja melihat tubuh Abu Nawas yang malah bertambah gemuk Baginda Raja menjadi heran kamu kok bisa terlihat segarbugar begitu Abu Nawas kamu pasti melanggar peraturan ya tanya Baginda Raja Oh tidak Paduka selama menjalani hukuman saya selalu peratur tapi k prajurit yang akuaskan untuk kamu dan ayam bak kamuahoh ini Paduka Saya memang membeli makanan tapi itu untuk keledeku karena aku pikir sebelum

aku mati kelaparan Aku ingin memberinya makanan yang enak-enak jelas Abu Nawas mana ada kelede makan nasi dan ayam bakar apa sebenarnya tujuanmu tanya Baginda rajaukang aku bisa ma dengan tenangambil membayangkan aku yang memakan hiangan itu ujar Abu Nawas memang kedu mau memakannya tanya Baginda Raja di situlah letak masalahnya puka Padahal saya sudah membujuknya berulang kali tapi saya malah memilih makan rumput danungkinaan itukan tepat di hadapanku seolah-olah ia memberikan isyarat bahwa makanannya Ia berikan untukku Ya tentu saja aku pun segera memakannya kata Abu Nawas menuturkan kalau seperti itu berarti kamu telah melanggar peraturan Abu Nawas dan pemilik warung makan juga telah berani menentangku kamu dan pemilik warung makan akan aku hukum lebih berat lagi tegas Baginda Raja loh sebentar salahnya di mana Paduka

Bukankah Paduka mengatakan Selama saya menjalani hukuman saya harus di jalanan dan saya lakan itu saya juga tidak mengemis atau mema makanan kepada orang-orang dan saya juga tidak Meli makanan untuk mengisi perut saya tapi sayaeli makanan untuk saya hadiah 1000 dinar Ia pun segera bergegas pergi ke pemilik warung untuk membayar hutangnya selama sebulan terlepas Apakah cerita ini adalah cerita fiksi atau kenyataan ketahuilah bahwa segala masalah yang menimpa seberat apapun masalah itu pasti selalu ada jalan keluar yang terbaik hanya saja harus dibaringi dengan sabar berdoa dan berusaha semoga bermanfaat dan seperti biasa Terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *