CARA ABU NAWAS MENYELESAIKAN MASALAH BIKIN HAKIM ISTANA BENGONG

TERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWAS CUMA SESIMPEL INI

CARA ABU NAWAS MENYELESAIKAN MASALAH BIKIN HAKIM ISTANA BENGONG

Brebes.net – Abu Nawas kerap mendapat hadiah dari Baginda Raja berupa pundi-pundi uang yang banyak rupanya hal ini mengundang rasa iri oleh sebagian Hakim istana yang berjumlah 5 orang mereka beralasan bahwa menangani kasus sudah menjadi pekerjaan para hakim bukan tugasnya Abu Nawas kelima Hakim tersebut Lalu berkumpul untuk membahas masalah tersebut enak aja Abu Nawas itu dia mendapatkan hadiah yang seharusnya menjadi milik kita kata salah satu dari mereka Nah benar ini enggak boleh dibiarkan Ayo kita ajukan protes kepada Baginda Raja sahut lainnya maka kelima Hakim ini menghadap Baginda Raja dan menyatakan keberatannya mendengar keluhan

TERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWAS CUMA SESIMPEL INI

mereka Baginda Raja menanggapinya dengan bijak Kalian kan sudah mendapatkan gaji setiap bulannya sedangkan Abu Nawas kan enggak jadi wajarlah kalau aku memberinya hadiah dan itu juga sebagai rasa Terima kasih karena telah membantu menyelesaikan masalah kerajaan tutur Baginda Raja Tapi itu kan seharusnya sudah menjadi tugas kami Kenapa Paduka berikan kepada Abu Nawas protes salah satu Hakim saya tahu kalian itu adalah orang-orang yang pintar dan berpendidikan tapi kasus yang aku percayakan kepada Abu Nawas bukan hanya butuh kecerdasan tapi juga butuh kebijaksanaan terang Baginda Raja soal kebijaksanaan kami juga bisa Paduka yang mulia ujar mereka karena mereka bersikukuh dengan pendiriannya akhirnya Baginda Raja membuat sebuah tantangan Ya

 

sudah G aja saya akan uji kalian dengan kasus yang sederhana Bila kalian bisa memecahkannya Saya tidak akan lagi mem bantuan abwas k baga Raja kemudian Baginda rajakan pelaakan Dian gambar garis dengan panjang 1 M Nah sekarang masing-masing dari kalian maju dan perpendek garis ini perintah Baginda Raja Hakim pertama maju ke depan ia menghapus 20 Cen dari garis itu dan kini menjadi 80 centi selanjutnya Baginda Raja mempersilakan Hakim kedua untuk melakukan hal yang sama Ia pun menghabus garis sepanjang 20 cm dan garis tersebut kini menjadi 60 cm dan H maan ber Mak yang hinggais itu Ki tinggal ber kaahimamecahkan Mas inian H berpik kukusinya namun berpikka ini k mka baiklah kalau kalian menyerah maka aku akan Panggil Abu nawasag ra daningatlah Abu naas iu diintah baga Raja untuk menyesaikan masalah yang diberikan kepada hak tersebut tanikirjang Abu Nawas langsung melaksanak perintah bagaa garis yang menggambar garis baru yang panjangnya

120 C garis tersebut lebih panjang daripada Garis pertama yang Baginda Raja buat setelah Abu Nawas selesai dengan tugasnya Baginda Raja lalu berkata kepada mereka nah kalian lihat sendirik kan Bagaimana cara Abu Nawas menyelesaikan masalah untuk membuat garis menjadi pendek kalian gak perlu menghapusnya cukup membuat garis baru yang lebih panjang maka Garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan inya Mendengar hal itu kelimah Hakim tersebut menyadari akan kekeliruannya dan mengakui kecerdasan Abu Nawas akan sifat bijaknya dalam menyelesaikan setiap masalah kisah selanjutnya memang semua sudah tahu dan kagum akan kecerdasan

Abu Nawas tak ada yang meragukannya sama sekali Pada suatu hari Raja Harun Arrasyid telah mempermalukan Abu Nawas dengan Menyiram air kencing di depan para tamu undangan Abu Nawas pun hanya bisa terdiam namun dalam hati dia merencanakan sesuatu di hari yang lain berikut kisahnya figur Abu Nawas ini memang sangat lihai dalam menyelesaikan masalah tak hanya lucu saja akan tetapi juga bijaksana sehingga Abu Nawas tidak dapat dianggap enteng Raja sangat bangga memiliki warga seperti Abu Nawas ini namun di sisi lain dari diri Abu Nawas juga sangat menjengkelkan Raja karena ulahnya yang selalu tidak tahu diri oleh karena itulah Baginda Raja tak pernah berhenti memeras otaknya untuk membalas Abu Nawas seperti pada tahun-tahun sebelumnya setiap bulan Rabiul Aal diadakan acara Maulid Nabi sambil tersenyum Baginda Raja bergumam dalam hati Awas kamu Abun

 

Nawas kali ini kamu pasti kena acara Maulid Nabi pun tibalah waktunya dan diselenggarakan di istana pada saat itu semua pembesar Negeri hadir termasuk putra-putra mahkota dari kerajaan sebelah termasuk pula Abu Nawas ikutan diundang dengan perintah raja semua yang hadir di acara Maulid Nabi tersebut dipersilakan untuk berdiri dan kemudian disirami dengan air mawar yang Menebarkan bau harum kecuali Abu Nawas dia disiram dengan air kencing setelah disiram dengan air kencing tersebut jadi sadarlah Abu Nawas kalau dirinya telah dipermalukan di depan para pembesar Negeri dia dibungkam serib bahasa dan hanya bisa bergumam dalam hati Baiklah Paduka hari ini Paduka telahemberiku kuah tak sedap esoki aku akannya sej saat itu Abu Nawas tak perah menjejakkan kakinya

di istana raja pun menjadi kangen dibuatnya karena kelucuannya saat bercerita ketika Raja memanggilnya ke istana rupanya Abu Nawas tidak bersedia dengan alasan sakit yang membuat tubuhnya lemah lunglai karena khawatir telah terjadi sesuatu dengan diri Abu Nawas Raja pun ingin menengoknya diiringi dengan beberapa petinggi kerajaan pucuk dicinta ulam pun tiba begitu mendengar Raja menuju ke rumahnya Abu Nawas yang dalam keadaan segar bugar itu pun langsung memasang aksi matanya terpejam badan tergeletak lemah lunglai Nam sebel aksi demikian dia telah terlebih dahulu menyuruh istrinya menyiapkan obat ajaib yang berbentuk bulatan kecil di mana Di antara bulatan obat ajaib itu terdapat dua butir yang dibubuhi sesuatu di dalamnya tak Berapa lama kemudian

Raja sudah ada di depan pintu rumah Abu Nawas wahai Abu Nawas apa yang kamu telan itu tanya Baginda Raja ya inilah yang disebut obat ajaib padukaep nya hamba peroleh lewat mimpi tadi malam jika hamba menelan dua butir Niscaya akan sembuh jawab Abu Nawas yang terlentang dan segera bangun setelah menelan pil yang kedua Wah kalau begitu aku juga mau minum obat Ajib itu Abu Nawas kata Baginda Raja Baiklah tuanku Paduka berbaringlah dan Pejamkan mata seperti hamba sekarang ini tidak boleh duduk apalagi berdiri kata Abu Nawas maka Raja pun menuruti perintah Abu Nawas begitu mata Raja terpejam Abu Nawas cepat-cepat memasukkan butiran obat ajaib yang telah dibubuhi sesuu ke mulut Raj sa Baginda rajaangk uka memberi hamba kuahnya ya Jadi sekarang hamba memberi isinya Nah kalau Paduka tidak memberi hamba uang 1000 dinar Kejadian ini akan hambaitakan kepada khayak RAM k abuikanam Diamlah janganom ke siapa-siapa Nan aku akan000ar k bagajiknya pundi-pundi yang

berisi uang 1000 dinar Nah untuk kesekian kalinya Abu Nawas berhasil memperdayai rajanya bahkan berhasil memalak rajanya terlepas Apakah cerita ini adalah cerita fiksi atau kenyataan karena hikmah adalah barang hilang seorang muslim di mana ia menemukannya maka ia berhak mengambilnya dan satu yang harus selalu kita tahu bahwa Allah subhanahu wa taala tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar Tapi ketahuilah bahwa dia selalu memberi pelangi di setiap badai senyum di setiap air mata berkah di setiap cobaan dan jawaban di setiap doa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *