EMANG BEDA SIH CANDAANNYA ABU NAWAS

4 1
EMANG BEDA SIH CANDAANNYA ABU NAWAS

EMANG BEDA SIH CANDAANNYA ABU NAWAS

Brebes.net – Abu Nawas yang suka usil mengerjai dirinya namanya adalah Hasan setiap kali Abu Nawas membalas kejahilannya Hasan Justru malah tertawa Hal inilah yang membuat hubungan pertemanan keduanya semakin bertambah akrab meski demikian Hasan terkenal sangat penakut apalagi kalau melewati tempat-tempat yang angker suatu hari Abu Nawas mengajak pergi Hasan ke kampung tetangga dengan tujuan untuk membeli seekor keledai Setibanya di kampung tersebut hujan turun cukup deras Mereka pun terpaksa berteduh di sebuah rumah warga untungnya

4 1
EMANG BEDA SIH CANDAANNYA ABU NAWAS

tujuan apunawas membeli keledai sudah didapatkan sebelum hujan turun ketika waktu menjelang malam hujan pun mulai reda dan lambat laun berhenti Hasan kita pulangnya naik ini saja aku duduk di depan Kamu duduk di belakang kata Abu naas diilah sifat usil Hasan mulai k ditunjukkan saat keduanyaanguduk di atas kedai kentut dengan suara yang kingga baunya menyebar sampai ke hidung Abu Nawas gila Kentutmu bau sekali Hasan kutu Abu Nawas dengan tertawa Hasan menjawab bukan aku yang kentut Abun Nawas keledaimu tuh keduanya pun lalu tertawa bersama-sama tidak Berapa lama kemudian sampailah mereka di pintu gerbang kampung halaman di mana

Di samping pintu gerbang tersebut terdapat kuburan yang cukup angker dan itu adalah satu-satun nya akses jalan masuk karena jalannya gelap Hasan mulai terlihat ketakutan tangannya memegang erat pundak Abu Nawas kesempatan ini langsung dimanfaatkan Abu Nawas untuk membalas keusilan Hasan ketika mereka mulai melewati kuburan Abu naas berkata Hasan Sepertinya di belakang ada orang Hasan yang tengah ketakutan segera menoleh ke arah belakang gak ada siapa-siapa bunawas jawab Hasan kamu yakin gak ada orang di belakangku tanya Abu naas kembali untuk kedua kalinya Hasan k menoh keakang siapa-siapa Kok kamu jangan menakut-nakuti kataanaran tapi kenapa aku mendengar suara orang kamu yakin tidak ada orang diakangku tanya abu nawasak ada orang tiba-tiba Abu Nawas mengangkat tanatnya tepat di depan muka Hasan ia kentut dengan suara yang tak kalah keras dengan suara kentut Hasan kurang ajar kamu Abu dawas kentut di muka orang kata Hasan emosi loh tadi katanya enggak ada orang aku kan sudah tanya apa di belakangku ada orang kamu bilang enggak ada kan aku tanya sampai tiga kali tapi kamu tetap bilang enggak ada malah kamu menoleh ke arah belakang pahal Yang aku tanya kan Apa ada orang di belakangku bukan di belakangmu jelas Abu Nawas menyadari dirinya dikerjai

Abu Nawas Hasan tak puasa menahan tawanya mereka berdua pun tertawa di sepanjang perjalanan kisah selanjutnya suatu hari Abu Nawas berjalan-jalan menuju kebunnya di kebun Abu Nawas yang lumayan luas itu ditanami tanaman buah dan sayur-sayuran yang bermacam ragam Abu naas lantas berjalan menyusu setiap petak kebunnya m bermacam-macam tanaman buah segar yanguk di suas hari itu ter sehinggaembu Abu naw sangat lah dan memili berteduh Diah poon beringin yanguh dikituyal makanan yang sudah diskan istinya setelah sesai makan Abu naas bermaksud istirahat sebentar maringkan badanilerhati buahnya yang lebat setelah terusmenerus memperhatikan pohon tersebut tiba-tiba saja terlintas sesuatu di pikirannya aku heran Apa sebabnya pohon beringin yang sebesar ini tapi buahnya hanya sekecil itu padahal pohon labu yang kecil merambat dan mudah patah

saja bisa menghasilkan buah yang besar-besar Apakah Allah tidak adilum Abu naaserselang angin Berti mengenai pohon beringin tersebut rantingnya pun bergerak-gerak dan saling bergesan sesaat kemudian jatuhlah sebijiah beringinat mengenai kepala Abu Nawas kejadi tersebutngguh menjawab pertanyaan abuwas ternyata seperti ini jawabannya Allah Mang Maha adilum Abu Nawas beruntungagi Abu Nawas ber sebesbu tidak terpikirkan apa yang akan dialami Abu Nawas Allah telah menciptakan setiap makluknyaileng dan dan ituesai danatnya-asnya suu abuasbir sesu dikitar irnya di membantu sebisanya ikut marmandir ke sana kemari lama juga mereka melakukan hal itu hingga Mereka pun kelelahan dan bosan Memangnya cincinmu itu jatuh di mana Bu Nawas tanya salah seorang lain dari para tetangga seingatku sih cincin itu jatuh di dalam rumahku jawab Abu Nawas dengan santai tanpa

merasa bersalah mendengar jawaban Abu Nawas tetangga yang ikut membantu langsung berhenti dari pencari Sebagian ada yang marah dan langsung pergi sedangkan sebagian lainnya tetap tinggal Wah gendeng ini Jika jatuh di rumah mengap mencarinya di luar rumah Tanya salah satu tetangga yang tinggal sejenak Abu nawasgh naas kemudian ia pun memberikan alasan begini ya bukanah kita sering melakukan itu saudara-saudaraku seringki kita mencari penyebab di luar kita atas berbagai persoalan yang kita hadapi bahkan kita sering menyalahkan pihak lain saat ditimba masalah dan menjadikan orang-orang di luar kita sebagai penyebab utama atas persoalan yang melilit dari kita sendiri kisah selanjutnya seperti biasa setiap pagi Abu Nawas pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar kali ini Abu Nawas mendapatkan kayu lebih banyak dari biasanya Ia pun tak lupa memanjatkan syukur kepada Allah

kayu bakar yang banyak ini pasti akan menghasilkan uang yang melimpah pikir Abu Nawas Tapi saat ia hendak memanggul kayu tersebut Abu Nawas tak mampu melakukannya kemudian lewat dua orang kawan Abu Nawas abwas banyak sekali kayumu itu kamu gak akan mampu memikulnya sendirian kata kawannya Iya nih Kebetulan sekali kalian datang Coba bantu meletakkan kayu ini di punggungkuta Abu Nawas Waduh mohon maaf Abu Nawas Kebetulan kami juga lagi ada kepentingan mendosak kamiak bisa membantumu ya semoga Allah menolmu Abas

jawab mereka Berdua dan pergi meninggalkan Abu Nawas Halah Bilang saja engak mau bantu pakai banyak alasan segala kutu Abu Nawas dalam hati dengan sekuat tenaga Abu Nawas mengangkut kayu itu seorang diri namun kejadian naas dialaminya ia terpelesek dan jatuh kayu-kayu yang dibawahnya pun jatuh berserekan di mana-mana Abu Nawas melihat ke arah sekitar menengok kanan kiri tapi tak ada seorang pun di situ untuk dimintai bantuan tiba-tiba lewatlah seorang yang berpawakan tinggi dan besar eh kawan tunggu aku minta tolong dong kumpulin kayu bakar yang berserakan dan meletakkannya di buungungku PTA punwas boleh tapi upahnya apa nih Kalau aku membantumu tanya lelaki itu gak ada apaun kawan jawab Abu Nawas Baiklah balas lelaki tersebut dengan tersenyum Ia lalu membantu Abu Nawas mengumpulkan kayu yang berserakan dan meletakkannya di punggung Abu Nawas kemudian Abu Nawas melanjutkan perjalanannya menuju pasar Dari hasil penjualan kayunya

Abu Nawas mendapatkan uang yang cukup banyak saat ia hendak pulang tiba-tiba ia dihadang lelaki yang telah menolongnya lelaki itu menjelurkan tangannya sambil berkata mana upahku Upah upah yang mana tanya bund lah Tadi kan kamu bilang akan memberiku upah balas lelaki tersebut maka Terjadilah percekcokan di antara mereka berdua karena tak ada yang mau mengalah lalu mereka sepakat untuk membawa masalah ini ke hadapan Tuan Hakim dan singkat cerita sampailah mereka berdua di hadapan Tuan Hakim mereka lalu mengadukan masalahnya Tuan Hakim Abu Nawas ini sudah berjanji akan memberi saya upah tapi ketika saya tagih dianya gak mau memberikannya ujar lelaki itu benar kamu gak mau memberikannya buwas tanya Tuan Hakim ya Ben sih tapi aku

bilangnya kan gak ada apaun namun dia memaksaku untuk memberikan upah katawas membela Apun janjimu kamu harusemberikannya Bu saya ka ini kepusan yangil untuk an hendengusan h abuasat hlahan h sayaan dia Jun Sega meraih kantong dari Abu Nawas dan tangannya merogoh ke dalam kantong itu menyadari bahwa itu adalah kantong kosong lelaki tersebut menjadi marah apa-apaan Ini Abu Nawas menipuku Tuan Hakim Dia memberikan kantong kosong Kata Lelaki itu mengandung Memangnya Apa isi kantong itu tanya Tuan Hakim gak ada apaun Tuan Hakim jawab lelaki tersebut Nah kalau gitu Abu naas berarti sudah membayar upahnya Bukankah Abu Nawas bilang kalau upahnya adalah gak ada Apun jelas Tuan Hakim dengan ini permasalahan kalian saya anggap selesai

silakan kalian berdua pulang ke rumah masing-masing ucap Tuan Hakim terlepas Apakah cerita ini adalah cerita fiksi atau kenyataan teruslah berbuat kebaikan karena ketahuilah kita mungkin tahu berapa umur kita sekarang tapi tak ada yang tahu berapa sisa umur kita dan seperti biasa Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *