Eps 27 | Kisah Layla dan Majnun paman majnun datang membantu

Kisah Layla Dan Majnun 8

Eps 27 | Kisah Layla dan Majnun paman majnun datang membantu

brebes.net – kisah Laila dan Majnun baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui kisah selengkapnya diantara sanak saudara Majnun ada seseorang yang kebijaksanaan serta integritasnya membuatnya sangat dihormati dan dihargai oleh siapapun yang mengenalnya Salim Amiri adalah paman Majnun dari 

Eps 27 | Kisah Layla dan Majnun paman majnun datang membantu
Eps 27 | Kisah Layla dan Majnun paman majnun datang membantu

pihak Ibunya dan ia sangat mencintai Putra saudaranya sebesar ia mencintai putranya sendiri yang ingin dilakukan Salim saat ini adalah membantu keponakannya namun bahkan dirinya yang tahu pengobatan dari segala hal yang berbau kejahatan dan biasanya tahu cara meloloskan diri dari sudut sekecil apapun gagal menangani kasus Majnun yang dapat dilakukannya hanyalah berbagai kepedihan serta penderitaan keponakannya dari jauh dan mengurangi beban pria muda itu dengan membawakan pakaian bersih dan makanan segar akhirnya Ia memutuskan bahwa ia harus mengunjungi keponakannya yang 

 

malang itu dan melihat sendiri situasi yang dialaminya siapa tahu mungkin ada sesuatu yang dapat dilakukannya mungkin saja masih ada jalan untuk membawa pria muda itu kembali pulang dan begitulah saling menaiki unta terkuat dan tercepatnya dan segera pergi menuju belantara gurun perjalanan itu membutuhkan waktu berhari-hari di bawah sinar matahari yang panas menyengat ia berkendara dengan begitu cepatnya bagaikan angin ketika malam mulai menjelang ia menuju rombongan karavan terdekat untuk bermalam bersama para musafir lainnya saat perjalanannya semakin jauh ke jantung gurun rombongan karavan semakin jarang dijumpainya namun hal itu sama sekali tak menghalanginya persediaan makanan serta minumannya hampir habis ia 

 

berkendara secepat angin hingga pada akhirnya ia menemukan keponakannya yang terasing di gurun yang tak pernah dikunjungi oleh manusia manapun namun tak kalian saling melihat keponakannya dikelilingi hewan-hewan liar seolah majunun telah mengumpulkan semua hewan di gurun dan dataran dan menjadikan mereka sebagai pasukannya begitu saling berjalan mendekati mereka ada rasa takut yang menjalaninya ia berhenti dan meneriakkan salam terlalu takut untuk turun dari untanya siapa Anda begitu Jawaban yang diterimanya Siapa anda dan apa yang anda lakukan di sini Nama saya Salim dari suku Amir aku juga adalah boneka permainan takdir jika kau ingin tahu Tidakkah kau mengenaliku dapat kulihat kalau matahari telah menghitamkan wajahmu dan mengubahmu sedemikian rupa hingga kau sulit untuk dikenali tapi aku tak 

Eps 27 | Kisah Layla dan Majnun paman majnun datang membantu

banyak berubah tak Dapatkah kau lihat bahwa Aku adalah Pamanmu saat mengenali tamunya Majnun melarang hewan-hewannya menyerang sang tamu lalu ia membantu Salim turun dari untanya memberikan salam dengan gaya biasa dan menyalahkan pamannya duduk dengan penuh dan santun ia bertanya tentang teman-teman dan keluarganya serta kabar kesehatan pamannya Salim begitu terkejut tatkala mengetahui bahwa keponakannya sama sekali tak kehilangan kesopanannya bagi seorang pria yang hidup di alam liar majunun tetap tak kehilangan akalnya pikir Salim Apakah ia berhak untuk menerima julukan si 

 

Majnun atau Si Gila memang benar penampilan luarnya menunjukkan keliarannya tapi apakah layak seseorang dinilai hanya berdasarkan penampilan luar semata tatkala memandangi Putra Kakak perempuannya dari atas hingga ke bawah saling merasakan malu dan kesedihan mengalir di hatinya Bagaimana mungkin tragedi ini bisa terjadi memang semua yang terjadi adalah tragedi di hadapannya duduk Seorang Pria Muda keturunan keluarga terhormat Permata bagi mahkota suku Amir telanjang bagaikan di hari ia terlahir ke dunia ini berjalan bagaikan mayat yang baru saja dibangkitkan dari makamnya dan dikelilingi oleh hewan-hewan liar dan buas Tak ada satupun orang terhormat atau pria manapun yang harus mengungkap dirinya seperti ini bahkan tidak di tempat yang terpencil seperti ini di mana hanya ada bintang gemintang bebatuan serta hewan-hewan liar yang dapat melihatnya situasi ini benar-benar tak dapat ditolerir Salim tak mampu lagi menghadapinya ia mencari-cari dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah syal 

 

Maafkan aku keponakanku katanya sambil memalingkan pandangannya tapi kumohon agar aku menutupi tubuhmu dengan syal ini sungguh tidak pantas bagimu untuk berjalan-jalan tanpa sehelai benang pun melekat pada tubuhmu setidaknya saat aku berada di sini bersamamu apa perlunya aku mengenakan pakaian Paman tanya Majnun sambil mengembalikan sel itu tubuhku sudah cukup hangat tanpa mengenakan apapun hatiku adalah tungku perapian yang berbahan bakar cinta jika sel itu ku maka rasa hangat yang berasal dari hatiku akan melahapnya dalam hitungan detik sekali lagi saling memaksanya dan lagi-lagi maju dan merasa tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan pamannya lalu saling mengambil sehelai kain dari tasnya menggelarnya di tanah dan memenuhinya dengan makanan yang telah dibawanya roti dan kue-kue daging-daging yang dimasak dengan bumbu manis dan juga gurih Siapa yang sanggup menolak hidangan selesai itu tapi semakin saling memaksa semakin keras kepala pula majenengan menolak untuk makan barang sedikit pun majunun malah mengambil makanan itu dan melemparnya kepada para hewan tertawa keras begitu hewan-hewan itu memakan makanan itu dan meminta lebih banyak lagi 

 

Salim terpana dengan Pemandangan itu dan saat saling menyadari bahwa tak ada yang dapat dilakukannya untuk membuat baju dan kembali sadar kemudian ia berkata Baiklah kau tak mau makan tak apa-apa tapi katakan kepadaku Apa yang membuatmu tetap hidup Kau adalah manusia biasa sama sepertiku dan seorang manusia membutuhkan makanan Katakan padaku Apa yang kau makan kemudian maju dan menjawab Pamanku tersayang nama paman Salim Berarti kuat dan sehat begitulah kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan hatiku aku sehat dan baik-baik saja Bahkan jika mulut serta perutku telah melupakan Bagaimana caranya makan Sebenarnya aku tak lagi memiliki keinginan untuk menikmati makanan beberapa potong akar dan buah Berry cukup untukku cukup itu saja kebutuhanku bukan aku satu-satunya makhluk di sini dan seperti yang Paman lihat hewan-hewanku akan senang sekali menerima makanan yang telah Paman bawah hanya dengan melihat mereka makan membuat perutku terasa kenyang saling memikirkan ucapan keponakannya selama beberapa saat lalu ia tersenyum dan berkata mungkin kau benar lagipula burung-burung bisa terjebak dalam perangkap karena kerakusan mereka Bukankah manusia juga begitu rasa lapar 

 

kita adalah perangkap yang digunakan oleh takdir untuk menjebak kita semakin besar rasa tamak itu maka semakin besar pulalah bahaya yang akan dihadapi hanya orang-orang sepertimulah yang dapat mengaku benar-benar bebas karena kalianlah penguasa dari dunia kalian sendiri hal itu mengingatkanku akan sebuah cerita yang harus kau dengar kisah ini tentang seorang raja dan seorang penganut Islam fanatik dahulu kala pernah hidup seorang penganut Islam fanatik seorang pemuja Tuhan yang bodoh yang telah memalingkan wajahnya dari dunia demi memusatkan segala perhatian serta hasratnya untuk menghadapi dunia setelah mati ia tinggal di sebuah gubuk reog yang lebih mirip sebuah lubang yang dindingnya retak dan hampir ambruk namun baginya gubuk itu lebih mewah daripada sebuah istana suatu hari tanpa sengaja sang raja melewati gu selanjutnya Raja itu terpana ketika melihat gubuk itu tak percaya bahwa ada seorang manusia yang mau tinggal di tempat seperti itu kemudian ia bertanya kepada salah seorang pengawalnya Apa yang dilakukan pria itu di sini apa yang dimakannya di mana ia tidur siapa dia ia adalah seorang penganut Islam yang fanatik jawab sang pengawal seorang pemuja Tuhan yang bodoh yang tak membutuhkan makan maupun tidur karena ia tak sama dengan orang-orang 

 

lainnya rasa penasaran sang raja begitu besar dan kemudian Ia memutuskan untuk mendekati sang Pertapa itu dari kejauhan sang raja turun dari kudanya dan memberi pertanda kepada pengawalnya agar membawa sang Pertapa keluar untuk menemuinya sang pengawal menuju pintu gubuk itu lalu sang Pertapa melangkah keluar dengan tubuh penuh debu dan Kusut tampaknya kata si Pengawal kau telah memutuskan seluruh hubungan dengan dunia ini dan Sepertinya kau senang sekali tinggal sendirian di tempat terkutuk ini demi Allah mengapa dari manakah kau mendapatkan kekuatan untuk memikul penderitaan bak neraka seperti ini dan tolong katakan kepadaku Apa yang kau makan si penganut Islam fanatik itu menunjukkan beberapa potong tanaman yang baru saja dipetiknya dari tanah datar tempat para rusa merumput ia kemudian berkata Inilah yang ku makan dan harus kuakui bahwa semua ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhanku si Pengawal sosok yang berpikiran dangkal serta Congkak sebagaimana orang-orang yang melayani Raja menerimai dengan menghina dan berkata Bagaimana kau bisa hidup dengan cara seperti ini jika kau bersedia melayani sang raja maka kau akan menerima makanan yang jauh lebih layak 

Eps 27 | Kisah Layla dan Majnun

daripada beberapa helai rumput maaf tanya si fanatik dengan marah Apakah aku baru saja mendengar anda menyebut tanaman ini sebagai rumput kukatakan pada anda bahwa yang anda sebut rumput ini adalah bunga semak anda saja Anda tahu betapa nikmatnya tanaman ini anda pasti akan segera mengundurkan diri dari Tugas anda sebagai pelayan raja dan bergegas duduk di meja makanku untuk menikmatinya bersamaku sang raja mendengar ucapan itu memikirkannya sejenak dan sebagai seorang yang bijak ia menyadari kebenaran dari perkataan itu ia bergegas berjalan mendekati di Pertapa meraih tangannya yang kotor dan mulai menciumnya memang benar apa yang telah dilakukan oleh sang raja karena ia telah menyadari kebenaran ia menyadari bahwa hanya mereka-mereka yang bebaslah yang tak memiliki hasrat duniawi sekian artikel kali ini Terima kasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke yang lainya yah semoga jadi ladang amal kebaikan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *