Eps 29 | Kisah Layla Dan Majnun

Kisah Layla Dan Majnun 3

Eps 29 | Kisah Layla Dan Majnun

brebes.net – kisah Laila dan Majnun kali ini apakah takdir akan berbaik hati kepada mancur dan Laila bacaartikel ini sampai akhir untuk mengetahui kisah selengkapnya surat majunun tidak mengurangi penderitaan hati Laila yang terjadi justru kesedihannya bertambah dan penderitaannya semakin panjang Majnun tidak menginginkan hal ini satu-satunya keinginannya adalah menyiksa dirinya sendiri dengan ratapan menyedihkan dan cuma oh menyakitkan jauh di dalam hatinya ia menyadari kebenaran tersebut dan di akhir suratnya ia mengakui hal tersebut ia meminta agar Layla Sudi memaafkannya mengatakan bahwa walaupun ia telah mencurigai Laila namun jauh di dalam hatinya ia menyadari bahwa tak ada seorangpun yang dapat menaklukkan bentengnya Layla mengerti betul apa yang ada dalam benak kekasihnya tidak merasa sakit dengan kecurigaan tersebut ia 

Eps 29 | Kisah Layla Dan Majnun
Eps 29 | Kisah Layla Dan Majnun

justru merasa sakit dengan kenyataan bahwa Majnun telah melukai dirinya sendiri dengan begitu parahnya Ia juga merasa sakit karena kecemburuan ia mencemburui kebebasan majenengan kekasihnya yang berada di belantara gurun dapat melakukan apa saja yang dikehendakinya sementara dirinya menjadi tawanan telah begitu lama ia menjadi seorang tawanan hingga ia tak ingat lagi awalnya ia menjadi tawanan ayahnya kini ia adalah tawanan suaminya Laila memang dicintai di manja dielu-elukan dan dihormati namun ia tetaplah seorang tawanan suaminya menuruti kehendaknya bahwa ia tak bersedia disentuh olehnya Meskipun demikian pria itu menumbuhkan harapan agar ia dapat menaklukan Laila dan memenangkan hatinya dengan kelembutan lalu mengurungnya untuk selamanya di dalam benteng cintanya Karena itulah ia bersedia menunggu menjaga gerbang yang tak boleh dimasukinya dengan penuh kecemburuan dan Laila juga menanti hingga di suatu malam gelap dimana rembulan enggan bersinar lele telah mendapat firasat bahwa malam itu lain dari biasanya penjaga di luar tendanya tertidur pulas dan ia bisa melarikan diri tapi Kemanakah ia akan pergi dengan mengikuti suara hatinya Ia berlari di tengah kegelapan hingga ia 

 

berada di tepi hutan Palem dimana dua jalur bertemu tempat yang sama dengan bertemunya ia dengan si pengendara kuda yang membawakan suratnya untuk majanan siapa tahu bisik suara hatinya mungkin doa-doamu akan terjawab Dan Kau akan menerima kabar darinya di tempat ini dan begitulah yang terjadi begitu ia tiba di persimpangan ia melihat sosok di kegelapan yang mendekat ke arahnya sosok yang langkah-langkahnya tampak telah digerakkan oleh kekuatan hati yang aneh dengan segera ia tahu bahwa sosok itu adalah seorang pria tua tapi Siapakah dia Mungkinkah ia bibir sang penyampai pesan Allah ia tak peduli karena jauh di dasar hatinya ia tahu bahwa ia akan menemui pria itu di sini identitas pria itu tak berarti baginya tanpa ragu-ragu Laila melangkah maju dan berkata berita Apakah yang anda bawa dari surga pria tua Apakah yang sedang dilakukan oleh kekasihku di alam liar Kepada siapakah mimpi-mimpinya tertuju dan apakah yang dikatakannya pria tua itu tak merasa terkejut melihatnya ataupun tercengang dengan kata-katanya dengan pelan dan penuh kelembutan ia berkata tanpa Sinar kecantikanmu yang bagaikan rembulan pria yang kau 

Eps 29 | Kisah Layla Dan Majnun

bicarakan bagaikan Nabi Yusuf muda yang berada di dalam sumur jiwanya bagaikan lautan di malam musim dingin didera oleh seribu Badai Di Bawah Langit Tak berbulan bagaikan dirasuki oleh roh bentara Ia mengembara di pegunungan menjerit-jerit dan berteriak-teriak tak ada kata lain yang diucapkannya kecuali Laila hanya Laila lah Yang jari-jarinya dan begitu tersesatnya ia dalam pencariannya hingga ia tak lagi mengenali dirinya entah menuju ke mana jalan yang ditempuhnya karena tak ada tujuan lain selain Laila ketika Laila mendengarnya matanya dipenuhi air mata dan ia menjadi alang-alang yang menyanyikan Irama sedih tentang cinta yang tak terbalaskan ia berkata Semua ini salahku akulah yang telah menyalahkan api di hati kekasihku dan menjadikannya Abu Betapa aku Mendamba untuk dapat berada di sisinya saat ia menghadapi masalah meskipun kami menghadapi penderitaan kami dengan cara berbeda akulah yang terperangkap di dalam sumur bagaikan Nabi Yusuf sedangkan Majnun hidup bebas ia bebas untuk menjelajahi pegunungan sementara aku terpenjara di lembah ini aku harus bertemu dengannya dan aku akan menemuinya Laila mengambil permata yang menghiasi anting-antingnya 

 

menciumnya kemudian menyerahkannya kepada si pria tua itu sambil berkata Permata ini untuk anda sebagai hadiah Karena aku telah menyusahkan Anda Nah sekarang pergi dan temui Majnun lalu bawa ia ke sini Aku hanya ingin bertemu dengannya untuk menatap wajahnya bareng sekejap saja untuk merasakan sinarnya untuk sesaat saja bagaimana lagi aku bisa mengetahui kabarnya bagaimana lagi caraku untuk mengetahui kesetiaannya padaku siapa tahu Mungkin ia akan menenangkan beberapa sajaknya untukku sejak-sajak yang tak pernah didengar oleh siapapun sebelumnya mungkin Jika aku mendengarkan sajaknya saya sihir dari kata-katanya dapat membuka ikatan kusut jiwaku yang sangat merindukannya kemudian si pria tua itu mengikatkan permata yang baru saja diterimanya ke ikat pinggangnya dan sambil mengusap air mata Laila ia mengucapkan selamat tinggal lalu ia Beranjak Pergi di kegelapan malam dengan membawa harapan serta rasa kekhawatiran Layla bersamanya ia berkela dari oase ke oase bertanya-tanya dan mencari namun tak ada seorangpun yang tahu keberadaan Majnun hanyalah takdir yang menjadi pembimbingnya akhirnya ia menemukan sang Pertapa liar itu di kaki gunung dikelilingi oleh hewan-hewan 

 

liarnya wajahnya penuh kesedihan bagaikan seorang ahli permata yang permatanya telah dicuri oleh sekawanan pencuri begitu ia melihat sang pria tua itu maju dan bangkit berjalan mendekat kemudian mengucapkan salam kepadanya Ia juga memerintahkan agar para hewan itu tidak menyerang tamunya si pria tua itu turun dari kudanya dan mereka saling berpelukan Majnun tampak begitu senang seolah Ia baru saja diberikan sesuatu yang berharga ia begitu bahagia dengan kedatangan tamunya pria tua itu memberikan hormat yang biasanya layak diberikan kepada Sultan ataupun Syekh mengucapkan doa untuk Majnun dan mulai berbicara kau adalah raja cinta Majnun dan semoga tahtamu bertahan sepanjang perasaan cinta itu sendiri aku telah diutus kemari oleh Laila yang kecantikannya merupakan keajaiban dunia yang ke-8 ia menghargai cintanya kepadamu lebih dari ia menghargai dirinya sendiri telah lama sekali sejak ia terakhir kali melihatmu atau mendengar suaramu kini ia ingin bertemu denganmu untuk menatap langsung kedua matamu walaupun hanya sesaat Tidakkah membuatmu bahagia untuk bertemu dengannya lagi tak Dapatkah kau melanggar sumpahmu demi dapat memandang wajahnya yang penuh air mata 

 

walaupun hanya sedetik saja untuk membisikkan sajak-sajak indah yang dapat menenangkan badai di hatinya untuk menghidupkan kembali kenangan lama untuk membangunkan sesuatu yang telah menjadi Masa Lalu Tak perlu khawatir Tak akan ada yang melihatmu aku tahu Sebuah taman dimana pepohonan Palem tumbuh dengan subur dan dapat menyembunyikan kalian berdua dari mata para pengintai Tak akan ada apapun di atasmu kecuali langit gelap dan ada apapun di bawahmu kecuali rerumputan Ayolah musim semi menantimu di sana musim semi dan kunci dari jimat takdir kemudian pria tua itu membuka tasnya dan mengeluarkan jubah dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Majnun untuk dikenakannya majunun berdiri di sana takjub dengan apa yang baru saja didengarnya Apakah Mungkin ia dapat meraih surga tatkala ia masih berada di bumi Mungkinkah ia dapat mencicipi kebahagiaan abadi ketika masih berada di dunia sepertinya pria ini tak mengenalku pikir Majenang tak ada seorangpun yang mengenalku Majnun si gila tidak Dapatkah mereka berpikir bahwa sesuatu yang disebut kebahagiaan oleh mereka sesungguhnya bukan milikku tidak Dapatkah Mereka melihat bahwa saat memungkinkan bagi mereka untuk dapat memenuhi segala keinginan dalam hidup ini yang ku dambakan adalah sesuatu yang sangat berbeda sesuatu yang tak dapat dipenuhi selagi aku masih berada di dunia fana ini meskipun begitu Ini merupakan kesempatan yang tak dapat ditentang oleh Majnun Sebuah Tawaran yang tak dapat ditolak Bagaimana mungkin ia dapat mengabaikan panggilan dari kekasihnya tercinta jadi begitulah ia mengenakan 

 

jubah yang diberikan oleh si pria tua dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan lalu ketika segalanya telah siap mereka segera pergi dengan hewan-hewan maju dan berada di belakangnya semakin mereka mendekati tempat Layla menunggunya semakin maju dan merasa gemetar oleh kegembiraan dan bergetar karena hasrat dengan Tak sabar ia memukul-mukulkan tongkatnya kepada kudanya agar bergerak lebih cepat lagi seolah-olah sumber mata air kehidupan sedang memikatnya dari kejauhan seolah angin menghembuskan aroma wangi kekasihnya di bawah hidungnya untuk memacunya agar bergerak lebih cepat lagi seolah ia sekarat karena dahaga sementara Sungai Tigris tampak berkilauan dari kejauhan terlalu jauh untuk dapat diraihnya majunun bertanya-tanya Apakah takdir akan berbaik hati kepada dirinya dan Laila hanya untuk kali ini saja akhirnya majunan beserta pria tua itu tiba di hutan Palem para hewan peliharaannya menunggunya di sana Majnun bergerak menuju taman itu dan duduk menanti di bawah pohon palem sementara si pria tua menemui Laila dan memberikannya sinyal Laila sendirian di tendanya melihat pria tua itu datang mendekat dan sambil menutup kerudungnya Ia berlari keluar untuk menemuinya perasaannya bercampur aduk antara takut ragu dan berharap ia telah menanti terlalu lama dan terlalu banyak air mata yang telah diteteskannya Ia Tahu betul resiko apa yang akan dihadapinya dengan menemui Majnun dengan cara seperti ini Namun ia harus menemuinya dengan dilindungi oleh kerudungnya dan juga gelapnya malam Laila memberikan sinyal kepada pria tua itu dengan 

 

menganggukkan kepalanya dan bergegas melewatinya menuju Taman Laila segera melihatnya namun ia berhenti Jadi sebelum sampai di pohon palem dimana majunun duduk di bawahnya seluruh tubuhnya gemetar dan seolah kakinya telah berakar di tempat itu ia hanya terpisah 20 langkah saja dari kekasihnya namun seolah seorang ahli sihir telah membuat lingkaran ajaib di sekelilingnya dan ia tak dapat melangkah melewati lingkaran tersebut si Pria tua yang kini telah berada di sisinya meraih tangannya seolah hendak membimbingnya maju dengan sopan Layla berkata tuan yang kau hormati Aku hanya bisa melangkah hingga titik ini tak lebih lagi bahkan kini aku merasa bagaikan lilin yang menyala tinggal satu langkah lagi mendekati api dan aku akan terlahap habis olehnya kedekatan ini akan membawa bencana bagi sepasang kekasih keselamatan hanya ada saat mereka terpisah memang benar kedekatan ini membawa kebahagiaan tapi Bukankah madu menyimpan racun untuk apa aku meminta lebih bahkan Majnun si raja cinta tak pernah mengharap lebih Pergilah kepadanya Pergilah dan minta agar ia menenangkan sajak-sajaknya untukku biarkan ia menyanyikan lagu cinta aku akan mendengarkannya biarkan ia menjadi 

 

cangkir dan aku akan minum anggurnya pria tua itu menurut tapi ketika ia mendekati sosok diam yang duduk di bawah pohon palem ia melihat wajah Majnun telah kehilangan warna matanya berkaca-kaca dan memandang tajam air mata mengalir di kedua pipinya kemudian pria tua itu meraih tangan Majnun dan membelai wajahnya hingga ia tersadar kembali lalu pria tua itu menarik Majnun agar ia bangkit dari duduknya merapikan rambutnya dan menunjukkan ke arah Layla begitu mata mereka bertemu majunun merasa kehidupan mengalir kembali ke dalam nadinya lalu tanpa pikir panjang Ia membuka mulutnya dan menendangkan sajak-sajak tentang Layla ia bernyanyi setiap kali Taman merasa gembira dengan hadirnya warna merah Betapa ia tampak Anggun Jika dipadankan dengan anggur merah untuk Siapakah Mawar itu membuka kelopaknya ku bertanya-tanya karena cinta dari sang kekasih membuatku gila dan merobek 

 

hatiku Bukankah korban-korban Malang selalu meneriakkan tentang ketidakadilan Mengapa halilintar bergemuruh dan menyambarku seperti tetesan hujan yang menjatuhi bunga melati saat matahari terbit air mataku yang jatuh menetes di pipisan kekasih dengan Tulip yang kemerahan seluruh daratan tampak bagaikan merah delima pencuri macam apakah yang datang untuk merampas bermataku pepohonan menebarkan wangi yang memabukkan dan aroma ke hutan dibiarkan tak tercium Layla mendengarkan dengan takjub saat Majnun mendenangkan sajak demi saja tiba-tiba saja majunun terdiam lalu dengan tangisan ia melompat dan bergegas pergi dari taman itu menuju gurun bagaikan kelebatan bayangan memang benar majunum telah dimabukkan oleh bersama anggur namun ia tahu bahwa anggur hanya dapat dinikmati di Surga pada akhirnya mereka dipertemukan kembali lalu apa yang terjadi selanjutnya Terima kasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke yang lainya yah semoga jadi ladang amal kebaikan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *