8 mins read

Kisah Juwairiyah binti al-Harits, Istri Rasulullah yang penuh berkah

Brebes.net – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat datang kembali di channel cerita mulu pada artikel kali ini kita akan membahas kisah istri rasulullah yang penuh berkah beliau merupakan Saidah juwairiyah binti al-harits membaca artikel ini sampai selesai kisah Saidah juairiyah binti al-harits istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang penuh berkah kata ibunda Aisyah radhiyallahu anha juwairiyah adalah seorang wanita yang cantik dan memesona Tidak seorangpun yang melihatnya pasti jatuh hati padanya nasab Saidah jubairiyah binti al-harits Ummul mukminin juwairiyah binti al-harits adalah seorang bangsawan dari bani mustalik nama dan NASA beliau adalah juairiyah binti al-harits bin abidir bin Habib bin Aish bin Malik bin jazimah Inilah yang disebut mustalik Saidah zubairiyah berasal dari kabilah kusaah nabi menikahi 

Kisah Juwairiyah binti al-Harits, Istri Rasulullah yang penuh berkah

beliau usai perang muraisi yaitu Peperangan antara kaum muslimin dengan Bani mustalik yang terjadi pada tahun kelima Hijriah Ada pula yang mengatakan tahun keenam Hijriah sebelum menikah dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Sayyidah juwairiyah merupakan istri dari musafiq bin Safwan Al mustalik Ibnu Ishaq mengatakan juwairiyah binti al-harits dulu namanya adalah barrah binti al-harits bin abidirat bin Habib bin Aish bin Malik bin jasma dari kabilah khoza’ah Ia merupakan istri dari anak pamannya musafir dari Zainab binti Abu Salamah dari juwairiyah binti Al Haris Ia menceritakan bahwa namanya dahulu adalah barrah nabi mengganti namanya menjadi juairiyah Alasannya karena beliau tidak suka 


kalau sehabis berjumpa dengannya dikatakan beliau keluar dari barrah atau kebaikan riwayat ini sesuai dengan syariat muslim walaupun ia tidak meriwayatkannya Saidah jubairiyah di masa jahiliyah Ummul mukminin juwairiyah adalah tokoh di tengah kaumnya Ayahnya adalah kepala kabilah Bani mustalik sampai kabar kepada Rasulullah bahwa Bani mustalik telah sepakat untuk menyerang beliau dan dipimpin oleh al-harits BIN abidir kabar tersebut segera direspon oleh Rasulullah beliau menyiapkan pasukan dan keluar untuk menghadapi mereka kedua pasukan bertemu di sebuah mata air yang disebut Al muraisy Bani mustalik berhasil dikalahkan Al Haris bin abidirat tewas dalam peperangan imbasnya kaum wanita dan anak-anak Bani mustalik menjadi tawanan mereka diserahkan kepada para sahabat diantara tawanan tersebut terdapat juwairiyah binti al-harits yaitu tokoh wanita Bani mustalik agama Islam Abdullah bin Umar mengatakan Muhammad bin Yazid mengabarkan kepadaku dari neneknya neneknya adalah budak dari juwairiyah binti al-harits bahwa juwairiyah 


radhiallahu anha berkata Rasulullah menikahiku saat aku berusia 20 tahun neneknya mengatakan [Musik] wafat pada tahun 50 Hijriah saat itu beliau berusia 65 tahun dan yang menjadi imam shalatnya adalah khalifah Marwan bin Al Hakam usai perang Bani mustalik Saidah juwairiyah binti al-harits menjadi tawanan perang suami beliau terbunuh dalam perang ini Saidah juwairiyah berada di tangan sahabat Sabit bin novais bin ashamas radhiallahu Anhu menjadi tawanan tidak membuat Saidah juairiyah nyaman Saidah juairiyah pun ingin menebus dirinya agar bebas karena beliau adalah seorang tokoh dari kaumnya namun beliau tidak memiliki apapun yang bisa digunakan untuk menebus dirinya lalu Beliau pergi menuju Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berharap agar beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membantu ternyata Rasulullah memberikan tawaran yang jauh lebih baik dan lebih utama dari apa yang Saidah juairiyah 


inginkan nabi melamarnya dan menanggung pembebasannya Saidah zubairiyah menerima tawaran tersebut dan sekaligus memeluk agama Islam merupakan wanita yang banyak keberkahannya menceritakan saat Rasulullah menawan orang-orang Bani mustalik juwairiyah binti al-harits berada pada tangan sahabat Sabit bin Qais bin As Syams radhiyallahu Anhu atau pada anak pamannya juairiyah berkeinginan membebaskan dirinya Ia adalah seorang wanita yang cantik dan mempesona hampir-hampir tak ada seorangpun yang melihatnya kecuali jatuh hati padanya Ia datang menemui Rasulullah dengan maksud meminta tolong kepada beliau untuk membebaskan dirinya demi Allah tatkala aku melihat ia berdiri di depan pintu rumahku aku tidak menyukai hal itu karena aku tahu Rasulullah akan melihat apa yang aku lihat yaitu melihat kecantikannya jubairiyah berkata Hai Rasulullah Aku memiliki masalah yang telah anda ketahui aku ingin membebaskan diriku dan aku datang kepadamu agar kau menolongku Rasulullah menanggapi atau kau ingin yang lebih baik dari itu apa itu Ya 


Rasulullah tanya juwairiyah Rasulullah berkata aku menikahimu dan kutunaikan pembebasanmu juwairiyah menjawab tentu mau nabi menjawab aku telah melakukannya Aisyah melanjutkan kabar ini pun tersebar di tengah kaum muslimin mereka berkata tawanan kita ini adalah ipar-ipar Rasulullah Mereka pun membebaskan semua tawanan Bani mustalik tawanan yang dibebaskan karena pernikahan juwairiyah ini berjumlah 100 orang Bani mustalik aku tidak mengetahui wanita yang paling besar berkahnya terhadap kaumnya dibanding juwairiyah kisah ibunda juwairiyah ini sungguh menarik kita semakin sadar bahwa hati manusia itu dalam genggaman Allah dan hidayah itu benar-benar milik Allah Saidah zubairiyah sebelumnya adalah wanita kafir yang menjadi tawanan atau menjadi budak kedudukan yang hina di dunia dan akhirat Kemudian beliau 


memeluk agama Islam dan menikahi manusia terbaik yang pernah ada statusnya berubah menjadi wanita mulia di dunia dan kedudukan yang tinggi di akhirat dalam sekejap saja keadaan tersebut berubah berbalik dari keadaan paling hina menjadi amat sangat mulia Menjadi ibu dari semua orang-orang yang beriman kemudian keberkahan dirinya dan pernikahannya juga dirasakan oleh sejumlah besar kaumnya mereka semua terbebas setelah sebelumnya menjadi tawanan pernikahan Ummul mukminin juwairiyah dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga membantah perkataan orang-orang yang berlebihan yang mengatakan bahwa nabi hanya menikahi janda-janda tua saja dalam bimbingan Rasulullah Rasulullah adalah seorang suami yang pandai menanamkan pengaruh kepada manusia dan tentu saja terhadap istrinya setelah memeluk agama Islam Sayyidah juairiyah menjadi seorang wanita yang rajin beribadah beliau banyak mengerjakan puasa sunnah saat Saidah juairiyah berpuasa sunnah di hari Jumat saja nabi perintahkan beliau untuk membatalkannya diantara kebiasaannya 


adalah berzikir mulai dari usai salat subuh hingga terbit matahari dari Abu Ayub Dari juwairiyah binti al-harits radhiallahu anha Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menemuinya di hari Jumat saat itu juwairiyah sedang berpuasa nabi bertanya apakah kau kemarin berpuasa juwairiyah menjawab tidak lebih melanjutkan besok kau akan berpuasa tidak jawab cobairiyah jika demikian batalkanlah kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari Ibnu Abbas dari Ibunda juwairiyah yang nama aslinya adalah Bara namun nabi menggantinya menjadi juwairiyah karena beliau tidak suka kalau dikatakan beliau keluar dari barrah atau kebaikan juwairiyah berkata nabi keluar dari rumahku saat itu aku sedang berada 


di mushola rumahku beliau kembali lagi saat siang sementara aku masih di tempat itu Beliau berkata engkau tidak meninggalkanmu salahmu sedari aku keluar tadi iya jawabku beliau bersabda sungguh aku telah mengucapkan setelahmu 4 kalimat sebanyak tiga kali jika ditimbang dengan yang kau ucapkan sejak tadi tentu akan menyamai timbangannya yaitu Subhanallah aku memujinya sebanyak makhlukNya sejauh kerelaannya sebarat Timbangan arsy-nya dan sebanyak tinta tulisan kalimatnya Hadits Riwayat Muslim dari atuh fail putra dari saudara laki-laki juwairiyah dari juwairiyah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda seorang laki-laki yang memakai Sutra di dunia dia tidak akan memakainya di akhirat muttafaqun Alaihi setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meninggal dunia mengasingkan diri serta memperbanyak ibadah dan bersedekah di jalan Allah dengan harta yang diterimanya dari Baitul Mal ketika terjadi fitnah besar yang berkaitan dengan Aisyah Saidah juairiyah banyak 


berdiam diri tidak berpihak kemanapun Saidah juairiyah wafat Ibnu Umar mengatakan Abdullah bin abu-abuyat bercerita bahwa ayahnya menyampaikan juwairiyah binti al-harits istri nabi wafat di bulan Rabiul awal tahun 56 Hijriah beliau wafat di masa pemerintahan muawiyah yang menjadi imam salat jenazahnya adalah Marwan bin alhakam yang saat itu menjabat gubernur di Madinah dalam riwayat yang berbeda Abdullah bin Umar berkata aku dikabari oleh Muhammad bin Yazid dari neneknya yang merupakan budak dari juwairiyah binti al-harits bahwa juwairiyah radhiyallahu anha berkata Rasulullah menikahiku saat aku berusia 20 tahun neneknya mengatakan juwairiyah wafat pada tahun 50 


Hijriah saat itu usianya 65 tahun imam shalat jenazahnya adalah Marwan bin Al Hakam pendapat yang lebih tepat adalah Ummul mukminin juwairiyah binti al-harits wafat di bulan Rabiul awal tahun 56 Hijriah demikianlah kisah Saidah juwairiyah binti al-harits istri rasulullah yang penuh keberkahan Semoga kita banyak mengambil pelajaran Terima kasih sudah membaca artikel ini  wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *