4 mins read

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al Jailani Yang Membuat Para Perampok Bertaubat.

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al Jailani Yang Membuat Para Perampok Bertaubat.

Halo selamat datang kembali di brebes.net kali ini akan membahas sebuah kisah teladan yaitu kisah kejujuran Syekh Abdul Qodir Al Jailani yang membuat para perampok bertaubat simak video ini hingga selesai untuk mengetahui kisah selengkapnya dalam hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu Anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda hendaklah kalian selalu berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga dan apabila seseorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur akan dicatat di sisi Allah dirinya sebagai orang yang jujur Hadis Shahih di atas menggambarkan keutamaan bersikap jujur Allah Subhanahu Wa Ta’ala 

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al Jailani Yang Membuat Para Perampok Bertaubat.

menyukai orang-orang yang jujur bahkan hidayahnya dapat turun melalui perantaraan tindakan dan lisan yang berterus terang misalnya kisah yang dialami Syekh Abdul banyak Al Jaelani berikut ini dalam sebuah riwayat Syekh Abdul Qodir Al Jailani pernah ditanya oleh muridnya yakni Syekh Muhammad bin al-awani tentang bagaimana membangun kesuksesan hidup seketika itu Syekh Abdul Qodir pun menjelaskan bahwa dirinya menjunjung kejujuran dengan Memegang teguh kejujuran Syekh Abdul Qodir selamat dari perbuatan jahat para perampok saat ia dalam perjalanan menuntut ilmu kebaghdad kisah ini pun diceritakan Syekh Abdul Qodir Al Jailani kepada muridnya itu saat kecil Syekh Abdul Qodir meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke Baghdad dengan tujuan 

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al Jailani Yang Membuat Para Perampok Bertaubat.

menuntut ilmu ibunya pun mengizinkan dan memberikannya uang 40 Dinar sebagai bekal dalam perjalanan menuju Baghdad uang sebanyak 40 Dinar itu diselipkan di lipatan pakaian di bawah ketiak Syekh Abdul Qodir sebelum berangkat ibunya berpesan agar Syekh Abdul Qodir senantiasa jujur dalam kondisi apapun Syekh Abdul Qodir pun kemudian Berangkat dengan rombongan kecil yang Henda menuju ke Baghdad saat sampai di wilayah Hamdan rombongan yang akan pergi ke Baghdad itu pun dihadang oleh para perampok para perampok pun merampas semua harta benda orang-orang yang akan berangkat ke Baghdad itu hingga tiba saat Syekh Abdul Qodir didekati salah satu perampok perampok itu menanyakan tentang harta benda yang dibawanya seketika dengan jujur Syekh Abdul Qodir pun menjawab bahwa ia membawa uang 40 Dinar Syekh Abdul Qodir pun menunjukan letak di mana uangnya disimpan namun perampok yang bertanya itu meragukan jawaban Syekh Abdul Qodir yang masih kecil dan 


menganggapnya hanya sebagai candaan tetapi saat perampok lainnya bertanya tentang hal yang sama Syekh Abdul Qadir pun menjawab seperti yang diutarakan sebelumnya hingga kemudian para perampok itu mengadu kepada pemimpinnya pimpinan perampok pun lantas menghampiri Syekh Abdul Qodir dan menanyakan tentang harta yang dibawanya Syekh Abdul Qodir pun kembali menjelaskan bahwa dirinya membawa uang 40 Dinar yang diletakkan kelipatan baju pimpinan perampok itu lantas merobek jahitan baju yang berada di bawah ketiak Syekh Abdul Qodir dan mendapati uang sebesar 40 Dinar itu pimpinan perampok pun terheran hingga bertanya kepada Syekh Abdul Qodir tentang apa yang membuatnya begitu saja mengaku tentang harta yang dibawanya yang akan 


dirampok kemudian Syekh Abdul Qodir pun menjawab bahwa ia Teringat Pesan sekaligus janji pada ibunya agar selalu jujur sebab itulah Syekh Abdul Qodir memberitahu harta yang di bawahnya pada perampok mendengar jawaban Syekh Abdul Qodir pimpinan perampok itu tersungkur dan menangis Ia pun langsung menyatakan Taubat atas perbuatannya seketika anak buahnya pun mengikuti bertaubat dan mengurungkan niat untuk merampok harta benda rombongan yang hendak pergi ke Baghdad dalam kitab Fathul qayyib yang juga dikutip dalam Samudra hikmah Syekh Abdul Qodir Al Jailani menuliskan bahwa Syekh Abdul Qodir pertama kali masuk kota Baghdad pada masa pemerintahan Khalifah Al 


mustadir Billah Abdul Abbas Muhammad bin Al muqtadi Bi amrillah Abul Kasim Abdullah Al abbasi tepatnya pada tahun 488 Hijriah atau tahun 1995 masehi dari kisah Syekh Abdul qodar Al Jailani ini dapat kita ambil banyak pelajaran diantaranya adalah kejujuran pasti akan membawa kebaikan termasuk membuat orang yang keras hatinya menjadi baik Seperti kata pepatah biasakanlah untuk jujur karena kejujuran itu menuntut kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntut kepada keselamatan demikianlah Terima kasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke yang lainya yah semoga jadi ladang amal kebaikan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *