KISAH PERANG JAMAL, PERANG SESAMA MUSLIM

3 1

KISAH PERANG JAMAL, PERANG SESAMA MUSLIM

Brebes.net – perang Jamal adalah perang yang terjadi antara pasukan Aisyah dengan pasukan Ali Bin Abi Thalib pada 7 November 656 di Basra pertempuran ini sering disebut dengan perang unta karena banyak pasukan yang mengendarai unta perselisihan dalam perang ini berakar dari provokasi beberapa pihak mengenai pertanggungjawaban atas terbunuhnya Utsman bin Affan perang Jamal atau sering disebut dengan perang Basra karena terjadi di Basrah Irak pertempuran ini terjadi antara pasukan yang berpihak kepada Ali Bin Abi Thalib

3 1

dengan pasukan yang berpihak kepada Aisyah radhiallahu Anhu latar belakang terjadinya perang ini adalah Aisyah yang meminta pertanggungjawaban atas kematian Utsman bin Affan pada awalnya thham bin Ubaidillah dan Zubair bin Awam berbaiat kepada pemerintahan Ali Bin Abi Thalib kemudian mereka menemui Aisyah untuk meminta pertanggungjawaban atas terbunuhnya Utsman bin Affan setelah pertemuan tersebut terdapat beberapa orang

tambahan yang mengikuti jejak mereka akhirnya mereka bersama 700 orang lainnya pergi ke Basrah dalam misi mencari pembunuh Utsman bin Affan di Basrah mereka bertemu dengan Utsman bin hufin Utsman bin hufin selaku Gubernur Basra meminta mereka untuk menahan pergerakan dan menunggu kedatangan Ali dari Madinah namun pertempuran tidak bisa dibendung setelah adanya provokasi dari jabala akibatnya Utsman bin hufeain terbunuh

dalam pertempuran ini sedangkan Ali baru mendengar berita kematian Utsman bin hufin setelah sampai di kufah ia langsung mengumpulkan 10.000 pasukan akhirnya pada hari Kamis pertengahan bulan Jumadil Akhir perang Jamal meletus sebelum pertempuran dimulai sahabat Ali membacakan salah satu mishhaf dan berharap perang tidak jadi dilakukan namun pihak Aisyah tidak mau mendengarkannya salah seorang sahabat Ali Bin Abi Thalib justru terbunuh dan pasukannya juga dihujani menggunakan arak panah akhirnya Ali mengatakan kepada pasukannya bahwa perang sudah boleh dilakukan dengan beberapa ketentuan mereka tidak boleh menyerang terlebih dahulu tidak boleh membunuh yang terluka tidak boleh melukai anak-anak dan wanita serta ketentuan lainnya sedangkan Aisyah Telah siap di atas unta dengan pakaian besi yang lengkap Setelah beberapa jam berperang

ada banyak korban yang berjatuhan tolhah mendapatkan serangan anak panah di kakinya ia dirawat di salah satu rumah warga di Basrah karena mengalami pendarahan yang hebat akhirnya tolha meninggal karena telah kehabisan banyak darah zuber keluar dari medan perang sebelum perang usai ia menyesali segala perbuatannya setelah perang telah selesai ia melarikan diri dengan kembali ke Madinah Amru bin jurmus mengetahui bahwa Zubair melarikan diri akhirnya Amru mengikutinya kembali ke Madinah namun Di tengah perjalanan Amru membunuh Zubair Aisyah segera turun dari pelana unta setelah perang selesai ia dibuatkan tenda di sekitar tempat peperangan

Ali Bin Abi Thalib membuka mata Aisyah atas kekacauan yang terjadi akhirnya setelah beberapa hari tinggal di Basrah Aisah kembali ke Madinah bersama Ali setiap mengingat kejadian di Basrah Aisyah merasakan penyesalan yang mendalam khalifah Ali lahir pada tanggal 13 bulan Rajab nama aslinya adalah Ali bin Abi Thalib Ada sejumlah perbedaan pendapat antara mazhab satu dengan lainnya antara aliran satu sama lain mengenai urutan kekhalifahan setelah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal namun pendapat yang lebih universal menyatakan bahwa sahabat Ali merupakan khalifah keempat setelah masa kepemimpinan utman bin Affan ada banyak keutamaan yang dimiliki oleh Ali Salah satu hal yang membuatnya terkenal adalah ia pernah menggantikan Nabi Muhammad

Sallallahu Alaihi Wasallam untuk tidur di ranjangnya Ketika Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan hijrah diam-diam ayat-ayat dalam Alquran terkait keistimewaan Ali Bin Abi Thalib diantaranya adalah ayat ke61 Surah alimran dan penggalan ayat 33 surah alahzab selama hidupnya ia mengikut hampir semuaepangan yang dilakukan Nabi Muhammad Kecu Perang Tabuk itua diminta nabi muhammadahu Alaihi was untuk menjadi wakiliau di Madinah akhirnyaa meninggal ketika melaksanakanat di masjid kufah karena dibunuh Ibnu mjam muradiada masa pemerintahan khalifah Ali Bin Abi th Aisah perah terjorang yangin pontakan tersebut berakhir menjadi perang Jamal Namun pasukan yang Aisyah ikuti kalah dalam perang tersebut setelah kekalahannya Aisyah radhiallahu Anhu diantar kembali ke Madinah oleh Muhammad bin Abu Bakar sebelum meninggalkan

Basrah Aisyah bertemu dengan Ali untuk mengucapkan beberapa patah kata Ia juga berpesan kepada beberapa pasukan yang masih tinggal di sana bahwa apa yang telah terjadi sebelumnya merupakan kesalahpahaman biarkan masa lalu tersebut menjadi pembelajaran di masa depan dampak paling nyata dari perang Jamal adalah jumlah korban yang terbunuh Abu kasama dari Wahab bin jadir meriwayatkan bahwa jumlah pasukan Basrah yang terbunuh mencapai 2500 orang sedangkan riwayat lain menyebutkan bahwa jumlah korban dalam perang Jamal berkisar antara 2500 hingga 6000 orang di sisi lain pasukan Ali Bin Abi Thalib Radiallahu anhu kehilangan 400 sampai 600

sebagai korban tak hanya itu kerugian i juga dialami oleh kedua belah pihak padahal perang seperti ini Seharusnya bisa dihindari Namun karena adanya provokasi dari seseorang perpecahan tidak bisa dihindari penyesalan mendalam yang dirasakan oleh Aisyah juga merupakan dampak dari pecahnya peperangan ini setiap perbuatan pasti memiliki dampak yang entah baik atau buruk terhadap individu yang melakukannya ada beberapa Hikmah yang bisa dipelajari dari perang jaman pertama akan selalu ada tokoh yang berusaha membuat perpecahan dalam Islam oleh karena itu para pemimpin sebaiknya mempertimbangkan keberadaan tokoh seperti ini Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya perpecahan yang lebih besar Pemimpin juga harus memberikan pemahaman kepada

pasukannya untuk tidak mudah terprovokasi hal-hal yang memicu perpecahan selain itu kita sebagai umat Islam juga harus memahami dengan baik tarbiah dan dakwah yang telah diajarkan oleh para lulama hal ini sangat berguna untuk memerangi kejahatan yang terstruktur biasanya musuh Islam menargetkan kelompok-kelompok dari kalangan orang miskin dan kurang berpendidikan kelompok ini akan lebih mudah diprovokasi oleh karena itu kita harus membekali diri kita sendiri dengan ilmu keislaman yang benar dakwah Islam memang selalu diiringi dengan

berbagai ujian sebaiknya kita tidak menganggap ujian ini sebagai masalah melainkan sebagai pelajaran dari kehidupan Nah itu tadi adalah penjelasan mengenai sejarah perang Jamal Ada banyak hal yang bisa diambil dari terjadinya pertempuran tersebut pertama jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan jika belum siap menerima akibatnya semua hal harus dipikirkan dua kali agar kita tidak memiliki penyesalan di masa depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *