Kisah Walid Bin Mughirah Protes Kenapa Bukan Dia Yang Menjadi Nabi
5 mins read

Kisah Walid Bin Mughirah Protes Kenapa Bukan Dia Yang Menjadi Nabi

Kisah Walid Bin Mughirah Protes Kenapa Bukan Dia Yang Menjadi Nabi

Brebes.net – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat beriman yang dirahmati Allah Walid Bin Al mughirah adalah Tokoh Quraisy yang tajir dan sangat berpengaruh itu sebabnya ia memprotes Mengapa yang diangkat menjadi rasul dan menerima wahyu Alquran bukan dirinya wahai Muhammad jika kenabian atau nubuwwah itu benar tentu orang yang paling berhak mendapatkannya adalah aku bukan engkau Sebab aku lebih tua dan lebih kaya daripada dirimu ujarnya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selanjutnya dalam banyak kesempatan Walid dan para Pembesar Quraisy lainnya juga menebar wacana di tengah masyarakat bahwa wahyu Alquran bisa diturunkan kepada siapa saja bukan hanya 

Kisah Walid Bin Mughirah Protes Kenapa Bukan Dia Yang Menjadi Nabi

monopoli Muhammad Oleh karena itu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajak mereka beriman Mereka menolak mentah-mentah dengan logika bahwa mereka dan Muhammad sama-sama orang Arab sama-sama orang lantas Mengapa harus Muhammad yang diistimewakan kata mereka merespon Sikap mereka ini maka Allah menurunkan sebuah Firman apabila datang sesuatu ayat kepada mereka mereka berkata Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah Allah lebih mengetahui dimana dia menempatkan tugas kerasulan orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan Siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya pada kesempatan lain Walid merasa lebih berhak menerima wahyu Alquran dia lantas mempengaruhi 

 

masyarakat Quraisy dengan berkata Bagaimana mungkin wahyu Alquran ini diturunkan kepada Muhammad dan bukan kepadaku padahal Akulah Pembesar Quraisy dan pemimpinnya atau Mengapa tidak diturunkan kepada Abu masuk Al sakit padahal kami berdua adalah pembesar di negeri Mekkah dan Thaif ini maka Allah menurunkan firmannya dan mereka berkata Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada orang besar kaya dan berpengaruh dari salah satu dua diantara Negeri Mekkah dan Thaif ini apakah mereka yang membagi-bagi Rahmat Tuhanmu kami telah menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain dan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan semua Ungkapan tersebut menggambarkan sikap angkuh yang mendarah daging dalam jiwa Walid namun Wali tidak sendirian dalam melakukan hal ini Ibnu Hisyam 

 

dalam al-sirah Al Nabawiyah mencatat bahwa setiap orang dalam suku Quraisy menjadi tukang olok pada awal masa kenabian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sempat merasa tersinggung dan marah dengan sikap mereka akan tetapi Allah menegur beliau melalui FirmanNya yang berbunyi dan sungguh beberapa rasul sebelum kamu Muhammad telah diperolok-olokkan maka turunlah balasan azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan atas olok-olokkan mereka beberapa bentuk olok-olokkan mereka adalah dengan meminta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memindahkan gunung-gunung yang ada di Mekah mereka juga meminta beliau untuk menghidupkan kembali nenek moyang mereka yang sudah mati Bahkan dalam sebuah kesempatan saat 

 

Walid dan rekan-rekannya bertemu pengikut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dia berkata Mengapa kalian mengikuti Muhammad Padahal dia hanya seorang yang sudah kena sihir maka turunlah firman Allah yang berbunyi dan orang-orang zalim itu berkata kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir sebenarnya di dalam hati kecilnya Walid mengagumi al-qur’an dia terpesona dengan keindahan bahasa dan susunan kalimatnya nuraninya berbisik bahwa kata-kata dalam Alquran tak mungkin berasal dari karangan manusia bahkan Pujangga terhebat sekalipun takkan mampu merangkai kalimat seperti itu namun lagi-lagi kesombongan diri seringkali membungkam hati nurani Hidayah yang nyaris menyentuh kalbu walet sirna seketika saat kesombongan menutupi mata hatinya seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radiallahu anhu suatu ketika Walid Bin mughirah datang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu dia meminta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membacakan Alquran maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membacakan beberapa ayat Alquran salah satunya adalah Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan memberi bantuan kepada kaum kerabat dan Allah melarang melakukan perbuatan keji 

Kisah Walid Bin Mughirah Protes Kenapa Bukan Dia Yang Menjadi Nabi

kemungkaran dan permusuhan Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran Walid dengan saksama menyimak untaian kalimat yang dibacakan oleh Rasulullah tersebut seketika hatinya benar-benar tersentuh Bahkan dia meminta Rasulullah untuk mengulangi bacaan tersebut setelah itu dia kembali kepada kaumnya di hadapan kaumnya Dia berkata demi allah tidak ada yang lebih pandai dan hebat menyusun syair Diantara Kalian daripada aku dan tidak ada yang lebih ahli mengarang pantun sindiran kasidah atau syair Jin 

 

sekalipun melebihi aku akan tetapi demi Allah sungguh ucapan-ucapan Muhammad tidak ada yang serupa dengan semua itu sama sekali demi Allah sungguh perkataan Muhammad itu sangat manis susunan katanya sangat indah buahnya sangat lebat dan akarnya sangat subur sungguh perkataannya itu sangat Agung dan tidak ada yang mampu menandingi keagungannya sungguh perkataan itu dapat meluluh lantakkan apa yang ada di bawahnya demikian kisah yang saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua amin ya robbal alamin Kisah para nabi selanjutnya

 
Demikianlah artikel brebes.net ini admin buat semoga bisa menambah wawasan dan ilmu baru jangan lupa share artikel ini ke sodara kalian supaya lebih bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *