Luqman Hakim, Sang Ahli Hikmah Yang Allah Abdikan Dalam Alqur’an

Luqman Hakim, Sang Ahli Hikmah Yang Allah Abdikan Dalam Alqur'an

Luqman Hakim, Sang Ahli Hikmah Yang Allah Abdikan Dalam Alqur’an

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat datang kembali di Brebes.net kisah hikmah Luqman Al Hakim dan keledai tunggangannya nama Luqman Al Hakim tentunya sangat familiar bagi seluruh umat Islam selain karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabadikan namanya menjadi nama salah satu surah dalam Alquran yaitu Surah Luqman yang menempati urutan ke-31 dalam Alquran nasihat-nasehat bijaksananya kepada sang anak yang bersumber dari ilmu hikmah dari Allah juga diabadikan Allah subhanahu wa ta’ala pada rangkaian 

Luqman Hakim, Sang Ahli Hikmah Yang Allah Abdikan Dalam Alqur'an

ayat di dalam Alquran surah Luqman Ayat 12-19 salah satu kisah hikmah dari Lukman yang cukup termasyhur adalah kisahnya saat menunggangi keledai dengan sang anak Putra yang memberikan pelajaran penting bagaimana hidup sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial di saat yang bersamaan simak kisah inspiratifnya Suatu Hari Lukman berkata kepada putranya wahai Putraku berusahalah melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi Agama dan duniamu terus berusahalah hingga kau mencapai PU kebaikan jangan pedulikan Apapun kata orang karena memang tidak akan pernah ada jalan untuk memuaskan dan melegakan semua orang tidak akan ada juga cara untuk menyatukan hati dan pikiran mereka Itulah fakta hidup di tengah orang banyak dengan berbagai kepentingannya masing-masing Mari kita buktikan kata Lukman sambil menarik dari kekang keledainya awalnya Lukman menaiki keledai 

 

sedangkan anaknya disuruhnya untuk berjalan sambil memegang tali keledai benar saja tidak lama kemudian orang-orang yang mereka temui berkomentar anak kecil itu menuntun keledai sedang orang tuanya duduknya mandi atas keledai sungguh bodoh dan egois orang tua itu masa anak kecil dibiarkannya berjalan kaki sementara dia menunggangi kuda mendengar komentar orang-orang di sepanjang jalan tersebut Lukman pun berkata kepada anaknya Putraku Coba kau dengar apa yang mereka katakan tentang kita setelah berkata begitu 

 

Lukman meminta anaknya untuk bergantian Posisi sekarang Lukman menonton keledai sedangkan sang anak naik di punggung keledai di tengah perjalanan mereka kembali menjadi omongan orang sungguh buruk Perangai dan akhlak anak itu masa orang tua dibiarkannya berjalan menuntun keledai sementara dia duduk manis di punggung keledai mendengar komentar orang-orang di jalan Lukman pun kembali berpesan kepada anaknya anakku dengarlah sekali lagi apa saja yang mereka katakan setelah melewati orang-orang tadi sekarang Lukman meminta anaknya untuk ikut naik ke punggung keledai Jadi sekarang keduanya sama-sama duduk di atas punggung keledai yang terlihat kecil dan kurus tersebut di tengah perjalanan mereka kembali menjadi omongan orang-orang yang mereka temui di sepanjang perjalanan betapa dungu dan egois bapak dan anak i

 

tu kasihan sekali keledai tunggangan mereka yang kecil dan kurus begitu dinaiki berdua mendengar komentar orang-orang di jalanan kembali Lukman meminta anaknya untuk mendengar dengan baik komentar orang-orang tersebut dengar dan digantikan dengan seksama apa yang mereka katakan anakku kata Lukman lembut kepada anaknya setelah berkata begitu lantas Lukman mengajak anaknya turun dari punggung keledai sekarang mereka berdua sama-sama berjalan menuntun keledainya Di tengah perjalanan mereka kembali bertemu dengan orang-orang yang masing-masing mempunyai ekspresi berbeda demi melihat perilaku Lukman dan anaknya sungguh dungu bapak dan anak itu sama-sama berjalan menuntun keledai Kenapa keledainya tidak dinaiki saja biar perjalanannya tidak melelahkan atau setidaknya si anaklah yang dinaikkan biar bapaknya yang menuntun keledainya anakku kau dengar sendiri bukan semua 

Luqman Hakim, Sang Ahli Hikmah Yang Allah Abdikan Dalam Alqur’an

perkataan mereka kepada apa yang kita lakukan dari awal di mata mereka tidak ada satupun tindakan kita yang benar semua salah kata Lukman kepada anaknya karena itu dalam hidup ini kita harus punya prinsip pendirian yang kuat dan harus tegas lakukan saja apa yang bermanfaat bagimu dan agamamu jangan terlalu ambil pusing dengan perkataan orang lain Aku berharap kau bisa mengambil sendiri pelajaran berharga dari perjalanan kita ini dengan keledai Ini kata Lukman sambil mengingat keledai pada sebuah tiang demikianlah kisah Luqman Al Hakim dan keledai tunggangannya Semoga kita banyak mengambil pelajaran TTerima kasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke yang lainya yah semoga jadi ladang amal kebaikan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *