8 mins read

Mu’adz Bin Jabal, Sang Pelita Ilmu dan Amal yang Menjadi Kebanggan Rasulullah Saw | Orang islam wajib tau

Mu’adz Bin Jabal, Sang Pelita Ilmu dan Amal yang Menjadi Kebanggan Rasulullah Saw | Orang islam wajib tau

 Halo selamat datang kembali di brebes.net kali ini kita akan membahas sebuah kisah teladan yaitu kisah sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau adalah Muadz Bin Jabal sang Pelita ilmu dan amal yang menjadi kebanggaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bagaimanakah kisah selengkapnya untuk mengetahui kisah selengkapnya baca artikel ini hingga selesai tatkala Rasulullah mengambil bai’at dari orang-orang Anshar pada perjanjian aqabah yang kedua diantara para Utusan yang terdiri atas 70 orang itu terdapat seorang anak muda dengan wajah berseri pandangan menarik dan gigi putih berkilat serta memikat perhatian dengan sikap dan ketenangannya dan jika bicara maka orang yang 

Mu'adz Bin Jabal, Sang Pelita Ilmu dan Amal yang Menjadi Kebanggan Rasulullah Saw | Orang islam wajib tau

melihat akan tambah terpesona karenanya Nah itulah dia Muadz Bin Jabal radhiyallahu Anhu dengan demikian ia adalah seorang tokoh dari kalangan Anshar yang ikut baiat pada perjanjian aqabah kedua hingga termasuk assabiqul Awwalun atau golongan yang pertama masuk Islam dan orang yang lebih dulu masuk Islam dengan keimanan serta keyakinannya seperti demikian mustahil tidak akan turut bersama Rasulullah Dalam setiap perjuangan maka demikianlah hanya muaz tetapi kelebihannya yang paling menonjol dan keistimewaannya yang utama ialah fiqih atau keahliannya dalam soal hukum keahliannya dalam fiqih dan ilmu pengetahuan ini mencapai taraf yang menyebabkannya berhak menerima pujian dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan sabdanya umatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Muadz Bin Jabal dalam kecerdasan otak dan keberaniannya mengemukakan pendapat mualaf hampir sama dengan Umar Bin Khattab ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam 


hendak mengirimnya kiamat lebih dulu ditanyainya apa yang menjadi pedomanmu dalam menghadiri sesuatu wahai Muadz kitabullah jawab Muas Bagaimana jika kamu tidak jumpai dalam kitabullah tanya Rasulullah pula saya putuskan dengan sunnah Rasul jika tidak kamu temui dalam sunah Rasulullah saya pergunakan pikiranku untuk berijtihad dan saya takkan berlaku sia-sia jawab Muas maka berseri-serilah wajah Rasulullah segala puji bagi Allah yang telah memberi Taufik kepada utusan Rasulullah sebagai yang diridhoi oleh Rasulullah Sabda beliau dan mungkin kemampuan untuk berijtihad Dan keberanian menggunakan otak dan kecerdasan inilah yang menyebabkan Muadz berhasil mencapai kekayaan dalam ilmu fiqih mengatasi teman dan saudara-saudaranya hingga dinyatakan oleh Rasulullah sebagai orang yang paling tahu tentang yang halal dan yang haram suatu hari pada masa pemerintahan Khalifah Umar Aisyah 


bin Abdillah masuk masjid bersama beberapa orang sahabat maka ia pun duduk pada suatu majelis yang dihadiri oleh 30 orang lebih masing-masing menyebutkan sebuah hadis yang mereka terima dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam padahal kah atau lingkaran itu ada seorang anak muda yang amat tampan hitam manis warna kulitnya bersih baik tutur katanya dan termudah usianya diantara mereka jika pada mereka terdapat keraguan tentang suatu hadis mereka tanyakan kepada anak muda itu yang segera memberikan fatwanya dan ia tak berbicara kecuali bila diminta dan tatkala majelis itu berakhir saya dekati anak muda itu dan saya tanyakan siapa namanya ia menjawab saya adalah moas Bin Jabal tutur aissulullah Sahar Bin haus syaf tidak ketinggalan memberikan ulasan katanya bila para sahabat berbicara sedang diantara mereka hadir Muadz Bin Jabal tentulah mereka akan sama-sama meminta pendapatnya karena 


kewibawaannya dan Amirul Mukminin Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu sendiri sering meminta pendapat dan buah pikirannya Bahkan dalam Salah satu peristiwa di mana ia memanfaatkan pendapat dan keahliannya dalam hukum Umar pernah berkata kalau tidaklah berkat muaz Bin Jabal akan Celakalah Umar Ia seorang malam tak hendak bicara kecuali atas permintaan hadirin dan juga mereka berbeda pendapat dalam suatu hal mereka pulangkan kepada Muas untuk memutuskannya maka jika ia telah buka suara adalah ia sebagaimana dilukiskan oleh salah seorang yang mengenalnya seolah-olah dari mulutnya keluar cahaya dan mutiara dan kedudukan yang tinggi di bidang pengetahuan ini Serta penghormatan kaum muslimin kepadanya baik selagi Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat dicapai muat sewaktu ia masih muda ia meninggal dunia di masa pemerintahan Umar sedang usianya belum 33 tahun Muas adalah seorang yang murah tangan lapang hati dan tinggi Budi tidak sesuatu pun yang 


diminta kepadanya kecuali akan diberinya secara berlimpah dengan hati yang ikhlas Sungguh kemurahan mu’as telah menghabiskan semua hartanya ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wafat Muas masih berada di Yaman yakni semenjak ia dikirim Nabi ke sana untuk membimbing kaum Musli angin dan mengajari mereka tentang seluk beluk agama di masa pemerintahan Abu Bakar muaz kembali ke Yaman Umar tahu bahwa muaz telah menjadi seorang yang kaya raya maka ia mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar kekayaan moas itu dibagi dua tanpa menunggu jawaban Abu Bakar Umar segera pergi ke rumahmu dan mengemukakan masalah tersebut Muas adalah seorang yang bersih tangan dan suci hati dan seandainya sekarang ia telah menjadi kaya raya maka kekayaan itu diperolehnya secara halal tidak pernah diperolehnya dengan berbuat dosa bahkan juga tak hendak menerima barang yang syubhat Oleh sebab itu usul Umar ditolaknya dan alasan yang dikemukakannya dipatahkannya dengan alasan pula Umar berpaling meninggalkannya pagi-pagi keesokan harinya muaz 


pergi ke rumah Umar ketika sampai di sana Muas merangkul dan memeluk Umar sementara air mata mengalir mendahului kata-katanya malam tadi saya bermimpi masuk kolam yang penuh dengan air hingga akan tenggelam Untunglah Anda datang hai Umar dan menyelamatkan saya kemudian bersama-sama mereka datang kepada Abu Bakar dan meminta kepada khalifah untuk mengambil seperdua hartanya tidak satupun yang akan ku ambil darimu ujar Abu Bakar sekarang harta itu telah halal dan jadi harta yang baik kata Umar menghadapkan pembicaraannya kepada Muas Andai diketahuinya bahwa Muadz memperoleh harta itu dari jalan yang tidak sah maka tidak satu dirham pun Abu Bakar yang Saleh itu akan menyisakan baginya namun Umar tidak pula berbuat salah dengan melemparkan tuduhan atau menaruh dugaan yang bukan-bukan terhadap muaz hanya saja masa itu adalah masa Gemilang penuh dengan tokoh-tokoh utama yang berpacu mencapai puncak keutamaan diantara mereka ada yang berjalan 


secara santai tak ubah Bagai Burung yang terbang berputar-putar ada yang berlari cepat dan ada pula yang berlari lambat Namun semua berada dalam kafilah yang sama menuju kepada kebaikan kemudian atau Suriah di mana ia tinggal bersama penduduk dan orang yang berkunjung ke sana sebagai guru dan ahli hukum dan tatkala Abu Ubaidah bin jarrah Amir atau gubernur militer di sana serta sahabat karib Muas meninggal dunia ia diangkat oleh Amirul Mukminin Umar sebagai penggantinya di Syria Tetapi hanya beberapa bulan saja ia memegang jabatan itu Muas dipanggil Allah untuk menghadapnya dalam keadaan tunduk dan menyerahkan diri pada suatu hari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda wahai Muas demi Allah aku sungguh sayang kepadamu Maka jangan lupa setiap habis salat mengucapkan Ya Allah Bantulah aku untuk selalu ingat dan syukur serta beribadah dengan ikhlas kepadamu muaz mengerti dan memahami ajaran tersebut dan telah menerapkannya secara tepat pada suatu pagi Rasulullah bertemu dengan mua’as maka beliau bertanya bagaimana keadaanmu di pagi hari 


ini wahai Muas di pagi hari ini aku benar-benar telah teman-teman Ya Rasulullah jawabnya setiap Kebenaran ada hakikatnya kata nabi pula maka Apakah hakikat keimananmu Setiap berada di pagi hari aku menyangka tidak akan menemui lagi waktu sore dan Setiap berada di waktu sore aku menyangka tidak akan mencapai lagi waktu pagi dan tiada satu langkah pun yang kulangkahkan kecuali aku menyangka tiada akan diiringi dengan langkah-langkah lainnya dan seolah-olah kesaksian setiap umat jatuh berlutut dipanggil melihat buku catatannya dan seolah-olah ku saksikan penduduk surga menikmati kesenangan surga sedang penduduk neraka menderita siksa dalam neraka maka Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memang kamu mengetahuinya maka Pegang teguhlah Jangan 


dilepaskan menjelang akhir hayatnya muaz berdoa ya Allah Sesungguhnya selama ini aku takut kepadamu tetapi Hari ini aku mengharapkanmu Ya Allah engkau mengetahui bahwa aku tidaklah mencintai dunia demi untuk menga air sungai atau menanam kayu-kayuan tetapi hanyalah untuk menutup haus dikala panas dan menghadapi saat-saat yang gawat serta untuk menambah ilmu pengetahuan keimanan dan ketaatan lalu diulurkanlah tangannya seolah-olah hendak bersalaman dengan maut dan dalam keberangkatannya ke alam gaib ia masih sempat berujar Selamat datang wahai mau kekasih tiba di saat diperlukan dan nyawamu as pun melayanglah menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikianlah artikel kali ini semoga kita banyak mengambil pelajaran Terima kasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke yang lainya yah semoga jadi ladang amal kebaikan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *