Munafik!! Menfitnah Istri Nabi Berselingkuh

Black Red Bold Minimalist Racing Gear Logo jpg
xr:d:DAF5cV_0hks:10,j:4348640758350098424,t:24011302

Munafik!! Menfitnah Istri Nabi Berselingkuh

Halo selamat datang kembali di brebes.net kali ini kita akan membahas Halo kisah fitnah terhadap Aisyah istri Nabi para istri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam merupakan perempuan-perempuan yang mulia kalangan sejarawan menjuluki mereka sebagai ummahatul mukminin atau Bundanya orang-orang beriman diantara para istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ialah Aisyah Aisyah merupakan putri dari Abu Bakar As Siddiq yaitu sahabat yang menemani Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kala hijrah dari Makkah ke Madinah dalam perjalanan hidupnya sebagai istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Aisyah mengalami suka duka kedukaannya yang terekam sejarah ialah ketika dirinya 

Black%20Red%20Bold%20Minimalist%20Racing%20Gear%20Logo

diterpa fitnah kisah ini dituturkan sendiri oleh Aisyah seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim sebagai berikut riwayat itu juga berkaitan dengan sebab turunnya Alquran surah Annur ayat 11 sebagaimana dirangkum Jalaluddin Al Suyuti dalam Loka Abun nuqul V asbabun nuzul apabila Rasulullah hendak mengadakan perjalanan tutur Aisyah maka beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam biasanya mengundi diantara para istrinya siapa yang namanya keluar maka dialah yang ikut bersama beliau dalam suatu peperangan beliau mengundi kami karena Nama saya yang keluar Saya pun ikut pergi bersama beliau peristiwa ini terjadi setelah turun Wahyu yang mewajibkan hijab di 

 

sepanjang perjalanan itu saya pun diangkut di atas tandu dan tetap tinggal di dalamnya ketika Rasulullah selesai dari peperangan maka kami sedang dalam perjalanan pulang Kami sudah dekat dengan Madinah pada suatu malam beliau mengumumkan hendak melanjutkan perjalanan ketika mereka mengumumkan keberangkatan saya sedang pergi untuk menyelesaikan hajat setelah saya menyelesaikan hajat saya pun hendak kembali ke tandu saya namun saya menyadari kalung saya yang buatan Asfar telah putus dan hilang maka saya pun Kembali ke tempat semula tempat buang hajat untuk mencari benda itu saya masih mencari kalung itu di sana sedangkan orang-orang yang mengangkut tandus Saya sudah datang Mereka pun mengangkat tanduk itu ke atas unta 

 

mereka mengira saya berada di dalam tanduk itu memang umumnya perempuan pada masa itu tubuhnya ringan mereka hanya makan sesuap sehingga jarang berbobot tubuh berat Oleh karena itu para pengangkutandu itu tidak merasa heran dengan ringannya tandu ketika mereka mengangkatnya mereka tuntun unta dengan tandu tersebut lalu berangkat sementara itu saya baru menemukan kalung saya setelah pasukan itu pergi Ketika saya tiba di tempat peristirahatan mereka tadi Tidak seorangpun kelihatan Akhirnya saya menuju tempat istirahat Saya semula saya pikir mereka akan menyadari bahwa saya tidak bersama mereka sehingga mereka akan kembali untuk mencari saya ketika saya duduk di tempat saya saya merasa mengantuk sehingga tertidur ketika itulah safan Ibnu muatar as Sulami berjalan di belakang pasukan pada hari itu ia sampai di tempat 

 

saya ia melihat seseorang sedang tertidur segera ia diriku begitu melihat saya dia memang pernah melihat wajah saya sebelum diwajibkannya hijab Saya terbangun mendengar suaranya yang mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun saya pun buru-buru menutupi wajah dengan jilbab demi Allah dia tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada saya Saya tidak mendengar sepatah kalimat pun keluar dari mulutnya selain ucapan innalillahi wa inna ilaihi rojiun Tadi ia hanya menundukkan untanya menginjak kakinya lalu saya pun menaikinya kemudian dia berangkat menuntun unta itu sampai kami tiba di pasukan yang sedang berhenti untuk beristirahat di siang hari yang terik istri Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itu mengungkapkan kalangan munafiklah yang begitu senang menyebarkan gosip bahwa dirinya berselingkuh orang yang paling getol dalam hal itu adalah Ubaidillah bin Ubay bin salul aku tiba di Madinah lalu selama sebulan aku jatuh sakit sementara orang-orang menggunjing ku perkataan para penyebar 

 

gosip atau Ahlul Ifki waktu itu aku belum menyadarinya sama sekali baru ketika aku Agak sehat dan keluar bersama umum Miftah menuju mana Asih yaitu tempat buang hajat kami tiba-tiba umumnya terjatuh dan langsung mengatakan Celakalah si Mista aku berkata buruk sekali ucapanmu Mengapa engkau memaki orang yang pernah ikut Perang Badar jawabnya Duhai anakku Apakah kamu belum mendengar apa yang ia katakan aku bertanya apa yang ia katakan maka umumesta memberitahukan kepadaku ihwal perkataan Ahlul iki Sejak saat itu penyakitku tambah parah ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam masuk ke bilikku aku meminta kepadaNya Apakah engkau mengizinkan Aku mengunjungi rumah orang tuaku di rumah orang tuaku Sebetulnya aku hanya ingin memastikan kebenaran berita itu dari mereka beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengizinkan maka aku mendatangi orang tuaku aku bertanya kepada 

 

ibuku ibu apa yang orang-orang di luar sana bincangkan ia menjawab Oh anakku Lapangkanlah hatimu demi Allah kalau seorang perempuan sangat cantik dan dicintai suaminya serta dia punya madu pasti madunya akan mengganggunya aku berkata Subhanallah Apa benar orang-orang membicarakan hal itu aku pun menangis malam itu sampai pagi tidak pernah berhenti air mataku mengalir dan tidak sekejap pun aku tidur lalu paginya aku mesti menangis kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memanggil Ali Bin Abi Thalib dan Usamah bin Said ketika itu Wahyu tidak turun-turun beliau meminta pendapat mereka berdua tentang kemungkinan menceraikan istrinya Usamah mengemukakan pandangannya tentang apa yang ia ketahui mengenai ketidak bersalahan istri beliau katanya wahai Rasulullah Ia adalah istri anda dan kami tidak mengetahui kecuali kebaikan Adapun Ali berkata Allah tidak memberi kesempitan kepada anda 

 

perempuan selain dia banyak kalau anda menanyai budak wanita itu pasti dia akan menjawab sejujurnya maka beliau memanggil barirah dan bertanya hai barirah Apakah kamu lihat sesuatu yang mencurigakanmu pada diri Aisyah kemudian barirah menjawab demi Allah yang mengutus anda dengan kebenaran Saya tidak melihat sesuatu yang saya ragukan pada dirinya selain fakta bahwa dia hanyalah seorang gadis belia yang ketiduran menjaga adonan keluarganya sehingga datang ayam yang memakannya Mendengar hal itu rasulullah bangkit lalu menuju mimbar di atas mimbar beliau meminta usur bagi Abdullah bin Ubay kata beliau wahai kaum muslimin Siapakah yang maklum kalau aku ambil tindakan atas seseorang yang menyakiti aku dengan memfitnah istriku demi Allah aku tidak mengetahui selain kebaikan pada istriku waktu itu Aisyah sudah meminta izin kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk sejenak pergi ke rumah orang tuanya yaitu Abu Bakar As Siddiq sementara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah mengatakan kepada muslimin demi Allah aku tidak mengetahui selain kebaikan kepada istriku kemudian Aisyah melanjutkan ceritanya hari itu aku masih menangis air mataku tidak pernah berhenti menetes lalu malam itu juga aku masih menangis air mataku tidak pernah berhenti turun dan aku tidak pernah tidur kedua orang tuaku mengira tangis akan merusak 

Munafik!! Menfitnah Istri Nabi Berselingkuh

liverku ketika mereka duduk di dekatku sementara aku menangis tiba-tiba seorang wanita Ansar meminta izin masuk setelah ku izinkan ia duduk dan menangis bersamaku kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang mengucapkan salam lalu Beliau duduk Sudah sebulan beliau tidak menerima wahyu mengenai urusanku beliau mengucapkan syahadat lalu berkata Amma ba’du Aisyah aku mendengar begini dan begitu tentang dirimu kalau kamu tidak bersalah pasti Allah akan menyatakanmu tidak bersalah namun kalau kamu telah melakukan suatu dosa Mintalah ampun kepada Allah dan bertobatlah sebab kalau seorang hamba mengakui dosanya dan bertaubat Allah akan menerima tobatnya usai mendengar Beliau berkata demikian aku katakan kepada Ayahku Tolong saya wahai Ayah untuk menjawab Rasulullah Iya Abu Bakar berkata demi Allah aku tidak tahu apa yang mesti kukatakan lalu aku katakan hal yang sama kepada Ibuku namun ibuku juga berkata demi Allah aku tak tahu apa yang mesti 

 

kukatakan akhirnya aku berkata sementara aku hanyalah seorang perempuan belia demi Allah aku tahu kalian telah mendengar hal ini hingga perkataan ini mantap dalam hati kalian dan kalian membenarkannya kalau kukatakan kepada kalian bahwa aku tidak bersalah dan Allah Maha Mengetahui bahwa aku tidak bersalah Pasti kalian tidak akan percaya pada ucapanku dan demi Allah aku tidak menemukan perumpamaan tentang aku dan kalian kecuali seperti perkataan Ayahanda Yusuf dalam Surat Yusuf ayat 18 maka hanya bersabar itulah yang terbaik bagiku dan kepada Allah saja memohon pertolongannya terhadap apa yang kamu ceritakan hari itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mendatangi Aisyah sedangkan Abu Bakar dan istrinya yaitu para mertua Rasulullah Shallallahu 

 

Alaihi Wasallam berada di dekatnya saat itu Wahyu dari Allah Subhanahu belum juga turun sehingga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam meminta klarifikasi dari istrinya itu Aisyah menegaskan dengan suara yang teramat sedih dirinya telah difitnah berselingkuh lalu kata Aisyah menuturkan aku kembali ke kamar dan berbaring di pembaringan demi Allah Rasulullah belum meninggalkan tempat duduknya dan belum keluar seorang pun dari dalam rumah ini akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam aku mengetahui ini karena tampak tubuh beliau bergetar begitulah keadaan beliau ketika menerima wahyu setelah selesai menerima wahyu perkataan pertama yang diucapkan beliau adalah bergembiralah wahai Aisyah Allah telah menyatakan kamu tidak bersalah maka Ibuku segera menghampiriku dan berkata kepadaku bangun dan hampirilah 

 

Rasulullah aku berkata demi Allah aku tidak mau menghampirinya aku hanya memuji Allah sebab Dialah yang menurunkan pernyataan kesucianku Wahyu yang dimaksud adalah surah an-nur ayat 11 sampai 20 inilah FirmanNya yang membebaskan Aisyah dari segala tuduhan dan fitnah keji Abu Bakar mengetahui bahwa salah seorang yang menyebar fitnah terhadap putrinya adalah Miftah Ia adalah pembantu rumah tangga Abu Bakar bahkan sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sudah merawatnya sejak lama lantaran keluarganya miskin Abu Bakar berkata demi Allah aku tidak akan memberi Misbah nafkah lagi setelah ia mengatakan berita bohong tentang Aisyah maka kemudian Allah menurunkan firmannya yakni ayat 22 surah an-nur yang artinya Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan ke lapangan diantara kamu bersumpah bahwa 

Munafik!! Menfitnah Istri Nabi Berselingkuh

mereka tidak akan memberi bantuan kepada kerabatnya orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu dan Allah maha pengampun maha penyayang setelah itu Abu Bakar berkata demi Allah aku sungguh ingin Allah mengampuniku maka Ia pun kembali memberi nafkah kepada Miftah sebagaimana semula demikianlah kisah fitnah terhadap Aisyah istri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga kita banyak mengambil pelajaran Terima kasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share ke yang lainya yah semoga jadi ladang amal kebaikan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *