Sayyidah Nafisah!. Guru Imam Syafi’i, Ulama Perempuan yang Terkenal karena Ilmu dan Ketaatannya

brebes 1 2 jpg

Sayyidah Nafisah!. Guru Imam Syafi’i, Ulama Perempuan yang Terkenal karena Ilmu dan Ketaatannya

Brebes.net – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat datang kembali kali ini kita akan membahas kisah Saidah Nafisah guru Imam Syafi’i ulama perempuan yang terkenal karena ilmu dan ketaatannya Sayyidah Nafisah merupakan salah seorang ulama perempuan beliau menjadi guru Imam Syafi’i tidak banyak yang mengenal sosok Saidah Nafisah dan Berikut ini merupakan biografi Saidah Nafisah secara singkatnya Saidah Nafisah binti Al Hasan Al Anwar bin Said Al ablaj bin Al Hasan bin Ali Bin Abi Thalib lahir di Mekkah pada 

brebes%20(1)

pertengahan bulan Rabiul awal tahun 145 Hijriah Saidah Nafisah adalah ulama perempuan yang terkenal dari keluarga Nabi Sayyidah Nafisah dikenal mempunyai ilmu pengetahuan ahli ibadah taat beragama dan berbudi pekerti luhur saat berusia 5 tahun Saidah Nafisah dibawa orang tuanya ke Madinah untuk mengaji kepada sejumlah ulama perempuan dari kalangan sahabat dan tabiin sampai menguasai berbagai ilmu diantara ilmu yang dikuasai adalah Alquran tafsir hadits dan fiqih sehingga beliau mendapatkan julukan Nafisah Al Ilmu wa koramah julukan tersebut artinya adalah Nafisah sang ulama perempuan dan perempuan mulia di dunia dan di akhirat konon ia berjalan kaki selama 3 tahun sambil berpuasa dan selalu melaksanakan salat malam ke Mekah setiap tahunnya untuk melaksanakan haji keponakan Saidah Nafisah yaitu Zainab menyampaikan 

 

kesaksiannya tentang ibadah pipinya tersebut Saidah Zainab keponakannya tidak pernah melihat Saidah Nafisah tidur malam selama 40 tahun waktu siang hari tidak makan kecuali saat 2 hari raya dan 3 hari tasyrik dikatakan oleh Zainab bahwa Sayyidah Nafisah hafal Alquran dan mampu menafsirkannya sehingga ia sering membaca Alquran sampai menangis nama Saidah Nafisah tidak hanya terkenal di daerah Hijaz namun juga Mesir dan negeri-negeri Timur Tengah lainnya jamaah haji dari Mesir yang Bertemu Dengannya saat di Mekah dan Madinah mereka terkesan dengan pengetahuannya yang luas dan kepribadiannya yang baik suatu hari Sayyidah Nafisah bersama suami ayah dan anak-anaknya 

 

berangkat ke Mesir di hari sabtu 26 Ramadhan 193 Hijriah saat Saidah Nafisa di Mesir masyarakat di sana ingin mengunjungi rumahnya hampir setiap hari untuk mendengarkan pesan-pesan atau ceramah-ceramahnya ketika Sayyidah Nafisah sudah merasa cukup tinggal di Mesir beliau berniat untuk kembali ke Madinah namun masyarakat Mesir merasa keberatan jika Saidah kembali ke Madinah lalu saat Sayyidah Nafisah tidur ia bermimpi bertemu kakeknya yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam mimpinya Rasulullah memintanya agar menetap di Mesir akhirnya Ia memutuskan tetap tinggal di Mesir ia tinggal di rumah yang dihibahkan Abdullah bin as Siri bin Al Hakam yaitu Gubernur Mesir pada saat itu Sayyidah Nafisah menghabiskan waktunya untuk mengaji mengajar mendidik umat dan beribadah kepada Allah sosoknya gigih membela melakukan advokasi dan melindungi rakyat yang terania oleh kekuasaan pada tahun 198 

 

Hijriah Imam Syafi’i datang ke Mesir ia tinggal di sana lebih dari 4 tahun Imam Syafi’i mengarang kitab-kitabnya yang bagus dan penuh makna sehingga namanya dikenal karena hal itu juga orang-orang menerima dan mencintainya tersebarlah mazhab Imam Syafi’i di tengah-tengah mereka Imam Syafi’i suatu ketika meminta untuk bertemu dengan Saidah Nafisah Sayyidah Nafisah mendengar tentang kebesaran Imam Syafi’i Ia senang mendengar keinginan sang imam dan menyambutnya dengan penuh kegembiraan Setelah itu mereka sering melakukan pertemuan-pertemuan hubungan mereka pun semakin erat terdapat riwayat yang mengatakan tentang Imam Syafi’i yang sering bersama Sayyidah Nafisah ketika di Mesir ulama yang paling sering bersamanya dan mengaji kepadanya justru dalam statusnya sebagai tokoh besar dalam fiqih imam Syafi’i dan Saidah Nafisah sering melakukan salat tarawih bersama Imam Syafi’i selalu 

Baca juga  Kisah Istri Nabi!. Hafshah. Sang Penjaga Al Qur'an | Orang islam wajib tau

 

pergi ke tempat Sayyidah Nafisah ia selalu meminta doa kepada Sayyidah Nafisah dan mengharap berkahnya Imam Syafi’i mendengarkan hadis darinya Imam Syafi’i Jika sakit Ia mengutus muridnya sebagai penggantinya suatu waktu Imam Syafi’i menderita sakit Ia lalu mengirim utusan untuk memintakan doa dari Saidah Nafisah untuknya namun Sayyidah Nafisah berkata kepada utusan itu Allah membaguskan perjumpaannya dengannya dan memberinya nikmat dapat memandang wajahnya yang mulia utusan tersebut saat kembali lalu mengabarkan yang dikatakan Saidah Nafisah Imam Syafi’i sadar bahwa perjumpaan dengan Tuhannya semakin dekat Imam Syafi’i memberikan wasiat agar Sayyidah Nafisah mau menyalatkan jenazahnya bila ia wafat pada akhir hajat tahun 204 Hijriyah Imam Syafi’i wafat Sayyidah Nafisah pun melaksanakan wasiatnya jenazah Imam Syafi’i dibawa dari rumahnya ke futsal ke rumah Saidah Nafisa disitulah disalatkan dengan Imam adalah Abuya albuwaiti yaitu salah 

 

seorang sahabat Imam Syafi’i bertambahnya usia Saidah Nafisa ia sering sakit pada hari Jumat tanggal 15 Ramadan tahun 28 Hijriah sakitnya semakin parah saat itu para sahabat dekat Saidah Nafisah mengatakan bahwa mereka melihat Saidah Nafisah membaca surah al-an’am ketika bacaan surah al-an’am sampai ayat 127 ruhnya lepas dari tubuhnya ia pulang ke pangkuan Tuhannya Sayyidah Nafisah dimakamkan di suatu tempat di dalam masjid besar yang disebut dengan Jamik Saidah Nafisah berikut beberapa koramah Sayyidah Nafisah sebagai wanita yang sangat taat tekun Istiqomah dan selalu ikhlas Sayyidah Nafisah oleh Allah subhanahu wa ta’ala diberi berbagai karamah Ia mendapatkan Karomah sebagai penghormatan dan kemuliaan baginya atas segala amal yang selalu diridhoi oleh Allah Saidah Nafisah berpuasa dan melakukan ibadah malam selama 40 tahun diceritakan dalam kitab Mursyid zuwar Sayyidah Nafisah terkenal karena 

 

kesungguhan beribadah semenjak masih belia beliau beribadah malam tanpa pernah tidur selama 40 tahun Karena kekhawatiran atas nasibnya di akhirat kelak hal itu disaksikan oleh keponakannya yaitu Saidah Zaenab Syekh muafiquddin Utsman yang wafat pada tahun 615 Hijriah mencuritakan aku Saidah Zainab telah melayani Bibiku selama 40 tahun dan aku tidak pernah melihatnya tidur di malam hari tidak pernah melihatnya berbuka di siang hari kecuali 2 hari raya dan hari tasyrik Aku Bertanya kepadanya apa engkau tidak kasihan dengan tubuhmu dia menjawab Bagaimana aku kasihan pada tubuhku sedangkan di depanku ada banyak rintangan yang tak seorangpun bisa melewatinya kecuali orang yang beruntung begitulah keadaan para Kekasih Allah Iya rela merasakan ketidaknyamanan tekanan bahkan rela membuang waktu istirahatnya demi ibadah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhannya Saidah Nafisah rela hidup dengan keadaan tidak nyaman secara materi sebab baginya yang 

 

terpenting adalah bisa beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah tidak ada yang lebih berharga dan lebih penting selama hidup di dunia selain mendekatkan diri kepadanya dengan memperbanyak ibadah Sayyidah Nafisah mengalirkan air sungai Nil saat paceklik Syekh Taufik Abul Ilmi dalam kitabnya yang berjudul Sayyidah Nafisah radhiyallahu anha menjelaskan suatu ketika Sayyidah Nafisah ada di Mesir terjadi paceklik yang sangat parah sungai nil yang menjadi sumber kehidupan mereka mengering dan kebutuhan masyarakat pada air sangat mendesak Syekh Taufik lalu mengatakan orang-orang mendatangi Sayyidah Nafisah dan meminta doa kepadanya kemudian ia memberi mereka sebuah kain mereka lalu membawanya ke sungai Nil setelah sampai mereka melemparkan kain itu mereka pun tidak pulang sampai air sungai Nil berisi penuh bahkan semakin bertambah sangat banyak Saidah Nafisah berkah doanya menyelamatkan orang dari penguasa zalim saat Saidah Nafisah berada di Mesir 

Baca juga  SOSOK SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL DI INDONESIA

 

raja yang berkuasa adalah raja yang salim dengan segala otoritas dan kekuatan militernya ia merampas hahaha rakyat ia gunakan kekuasaannya untuk menghina menyiksa dan bahkan membunuh rakyat satu persatu ditangkap oleh raja mulai dari Mesir ujung timur sampai paling barat suatu ketika pasukan sang raja menangkap seorang lelaki ketika lelaki yang ditangkap ini berjalan bersama pasukan untuk menghadap kepadanya kebetulan mereka berpapasan dengan Saidah Nafisah kesempatan ini tidak disia-siakannya untuk meminta doa keselamatan kepada sosok wanita sholehah itu lalu Beliau mendoakannya Semoga Allah menghalang-halangi penglihatan orang-orang Salim darimu Setelah melanjutkan perjalanan dan menghadap sang raja pun bertanya kepada pasukannya mana Si Fulan lah itu berdiri di depan Anda jawab pasukan demi Allah aku tidak melihatnya tegas sang raja para pasukan pun mengisahkan tadi lelaki tersebut sempat bertemu Saidah Nafisah dan meminta doa keselamatan 

 

darinya sang raja kemudian berujar penuh penyesalan Apakah kezalimanku sampai parah sedemikian ini ia Tuhanku aku bertaubat kepadamu kemudian sang raja menangis dan bertaubat atas kezalimannya selama ini Subhanallah Saidah Nafisah air wudhunya sembuhkan penyakit beberapa tahun ada di Mesir Sayyidah Nafisah hidup bersama masyarakat mereka sangat menghormatinya selain karena keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ia juga memiliki derajat sangat mulia menurut Syekh Jabar siraj Sayyidah Nafisah bersama suaminya tinggal di rumah umi Hani rumah yang ditempatinya berdampingan dengan rumah keluarga Yahudi yang mempunyai anak perempuan lumpuh suatu ketika si Ibu ingin pergi ke pemandian umum ia bertanya kepada anaknya kamu ikut aku atau bagaimana titipkan saja aku ke perempuan itu yaitu Saidah Nafisah jawab si anak si ibu pun menitipkan anaknya di rumah Saidah Nafisah saat waktu Zuhur tiba Sayyidah Nafisah berwudhu air bekas wudhunya kemudian mengalir sampai di samping 

 

anak lumpuh tersebut si anak pun seketika menyentuh air dan mengusapkannya ke seluruh tubuh atas izin Allah si anak dapat berdiri dan berjalan seperti tidak pernah lumpuh sama sekali ketika ibunya kembali Ia pun tak percaya dengan apa yang dilihatnya si anak lalu menceritakan peristiwa Dahsyat yang dialaminya mendengar penuturan kejadian itu si ibu dan semua keluarganya bersyahadat masuk Islam dengan bimbingan Saidah Nafisah seiring tersebarnya berita ini lebih dari 70 Yahudi masuk Islam dalam waktu singkat dan semakin banyak orang berkunjung ke rumah Sayyidah Nafisah untuk meminta doa serta mengharap berkah darinya Sayyidah Nafisah menggali kuburannya sendiri pernah suatu ketika karena melihat semakin banyak orang yang mendatangi Sayyidah Nafisah untuk meminta doa dan berkahnya agar semua keinginannya terkabul suaminya ingin membawanya pulang ke Hijaz yaitu Madinah namun Saidah Nafisah menolak ajakan itu Sayyidah Nafisah berkata aku pernah bermimpi bertemu baginda Rasul 

Baca juga  Inilah Makhluk Yang Tinggal Di Bumi Sebelum Nabi Adam

 

Beliau berkata jangan pergi dari Mesir karena Allah akan mewafatkanmu di sana karena mengetahui isyarat tersebut kemudian Sayyidah Nafisah menggali kuburnya sendiri dan menirakatinya dengan khataman Alquran ribuan kali Subhanallah sebagian riwayat menyatakan sampai 100 kali sebagian lain menyatakan 2000 kali sebagian lain menyatakan 6000 kali yang pasti Saida Nafisah turun ke dalam lubang makam yang digalinya ketika siang dan malam untuk membaca Alquran dan salat di sana menurut Syekh muafiquddin Saidah Nafisah mulai sakit pada Rajab 208 Hijriah di sela-sela sakitnya ia mengirim surat kepada suaminya yang sedang berada di Madinah ia meminta suaminya pulang ke Mesir rasa sakit Saidah Nafisah semakin bertambah parah pada Ramadhan para dokter pun datang melihat kondisinya Mereka memberi saran agar Sayidan Nafisah membatalkan puasanya agar tubuhnya kuat dan kembali sehat namun 

 

beliau menolaknya dengan keras nauzubillah selama 30 tahun aku berdoa agar aku wafat dalam keadaan berpuasa dan sekarang kalian datang menyuruhku membatalkan sakitnya semakin hari semakin parah sampai pertengahan Ramadhan setelah wafatnya Imam As Syafi’i Sayyidah Nafisah menghembuskan nafas terakhirnya sebelum wafat beliau membaca surah al-an’am mulai awal sampai tepat pada ayat berikut Katakanlah Muhammad milik Allah dia telah menetapkan sifat kasih sayang pada dirinya Alquran surah al-an’am ayat 12 tepat saat sampai pada ayat itulah Sayyidah Nafisah wafat begitulah nasib-nasib orang Mulia disisi Allah beliau wafat dalam keadaan membaca Alquran sebagaimana tercermin ketika hidupnya yang sangat mencintai Alquran karenanya Allah mewafatkannya dalam keadaan membaca Alquran dan tepat pada ayat yang sangat luhur dan mulia ayat yang menjadi tanda-tanda Khusnul Khotimah sebelum wafat Sayyidah Nafisah berwasiat agar suaminya yang mengurus 

 

jenazahnya awalnya suaminya ingin agar jasad istrinya dimakamkan di Baki bersama keluarganya Ia datang membawa peti untuk membawa jenazahnya namun masyarakat Mesir keberatan mereka meminta agar jenazah Saidah Nafisah tetap dimakamkan di Mesir kemudian penduduk Mesir melapor kepada penguasa setempat agar mau membujuk suaminya meluluskan permintaan masyarakat Mesir Sang Penguasa lalu bergegas mendatangi suaminya dan berkata demi allah Jangan larang kami untuk melihat makam Sayyidah Nafisah dulu sewaktu masih hidup ketika tertimpa musibah atau sedang punya hajat kami datang ke rumahnya meminta doa maka Tinggalkanlah jenazahnya di sini sehingga jika kita punya hajat kita bisa bertawasul dan berdoa kepada Allah di samping makamnya demikianlah kisah Saidah Nafisah guru Imam Syafi’i ulama perempuan yang terkenal karena ilmu dan ketaatannya semoga kita banyak mengambil pelajaran Terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *