TERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWAS CUMA SESIMPEL INI

TERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWAS CUMA SESIMPEL INI
TERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWTERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWAS CUMA SESIMPEL INIAS CUMA SESIMPEL INI

TERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWAS CUMA SESIMPEL INI

Brebes.net – suatu hari seorang saudarara kaya bernama Tuan Hamid datang menemui Abu Nawas Ia datang bersama seorang menteri istana yang merupakan saudara dekat Tuan Hamid tujuan Mereka berdua adalah ingin mendengarkan nasat dari Abu Nawas Bagaimana supaya bisa hidup dengan bahagia karena selama ini yang mereka rasakan walaupun Tuan Hamid adalah seorang yang banyak harta dan menteri istana adalah seorang yang mempunyai pangkat tapi mereka merasakan ada yang kurang dalam hidupnya seolahah mereka itu kurang merasa bahagia

TERNYATA KUNCINYA BAHAGIA DARI ABU NAWAS CUMA SESIMPEL INI

Abu naas yanga itu sangelah kayu di belakang rumah segera meninggalkan pekerjaannya demi untuk menemui kedua tamunya tersebut Wah kalian berdua mengganggu pekerjaanku padahal kayu-kayu yang aku belah itu harus sudah selesai siang ini ya dah sekarang Katakan ada kepentingan apa kalian datang kemari tanya Abu Nawas Sebelumnya maaf Abu Nawas kami meminta waktunya sebentar aja kami ingin bertanya padamu sebenarnya apa sih kuncinya supaya hidup kita bahagia karena yang kami lihat walaupun kamu hidupnya sederhana tapi selalu terliat bahagia buwas tanya mereka Oh soal itu ya memang harta tidak menjamin orang bisa bahagiaul k Abu naas kepada tuan HAM I Ben Abu naasan yangakuda k danekaaisam istanya ya jangik yangu mau menanyakan maksudnya tapi

merasa tak enak karena mereka sudah mengatakan hanya akan meminta waktunya sebentar akhirnya mereka berdua pun pura-pura mengerti lalu kalau yang sudah kami tahu gimana AB Nawas tanya mereka lah kalau udah tahu ya ngapain dipikirin gitu aja kok repot jawab Abu Nawas sekenanya kemudian Abu Nawas pun mempersilakan mereka berdua untuk pamit pulang dari kisah ini mengajarkan bahwa ketika kita bertamu kepada seseorang Carilah waktu yang tepat Jangan sampai mengganggu aktivitasnya kisah selanjutnya dikisahkan ada seorang tukang cukur yang hidupnya serba dalam kekurangan meskipun ia sudah membuka usahanya di kota Namun usaha jasa cukurnya

Selalu Sepi hal ini membuatnya Hampir Putus Asa suatu hari datanglah Abu Nawas ke tempatnya untukot nyanyau Mik sejumlah Ang sebaiah jasat mikanangnya Abu menangk kesihan tuang Ken apa yang Apakah kau percaya kalau Allah itu ada tukang cukur balik bertanya iya dong saya percaya Memangnya kenapa abu tapi sayaak percaya kalau Allah itu ada tentu saja ada Allah itu ada kawan balas abuwas coba kalau ituant k sayaend ujar tukang cukur ya kalau itu sih merupakan ujian untukmu Apakah kamu bisa bersabar atau tidak Abu Nawas loh katanya Allah maha pengasih dan penyayang masa ada sih Tuhan tega memberikan ujian yang membuat hambanya menderita protes

tukang cukur oleh sebab itulah Sekarang saya sudah tak lagi menjalankanat apagi sampai berik kata si tukangukur melanjutkan akhirnya keduanya pun berdebat yang tak ada jungnyaap abuang kar perdeatik Abu meninggang danka perjalanan pulangenga bersit di benaknya sebuah ide yang cemerlang tanpa menunggu lama Abu Nawas segera mengajak Gelandangan tersebut mendatangi tempat si tukang cukur Sesampainya di depan tempat cukur

Abu Nawas berteriak tukang cukur itu enggak ada tukang cukur itu enggak ada mendengar teriakan Abu Nawas si tukang cukur keluar dari tempatnya Hei kawan aku ada di sini Kenapa kau berteriak seperti itu kata si tukang cukur akan tetapi Abu Nawas tak menghiraokannya ia kembali berteriak lebih kencang tukang cuk itu gak ada tukang cukur itu gak ada he kawan aku ada di sini Aku kan tadi yang mencukurmu masa kamu lupaal si tukang cukur kalau tukang cukur itu ada kenapa orang ini rambutnya gondrong dan acak-acakan dibiarkan ujar abuwail menunjuk Gelandangan yang sedang bersamanya ya dia kan tidak datang kepaku Bim aku bisa menukurnya k tuangukur diam bu kena tidak Allah melainkan karena enggan mendekatkan dan mema

Pertolongan Allah terlepas Apakah cerita ini adalah cerita fiksi atau kenyataan karena hikmang di nya dan satu yang harus selalu kita tahu bahwa Allah subhanahu wa taala tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar Tapi ketahuilah bahwa dia selalu memberi pelangi di setiap badai senyum di setiap air mata berkah di setiap cobaan dan jawaban di setiap doa dan seperti biasa Terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kisah selanjutnya Abu jahil memang kita sendiri juga enggak habis pikir dengan orang yang satu ini selalu saja kena sial selalu saja menjadi korban ya walaupun lucunya memang super maksimal juga nah kisah Abu jahil kali ini dimulai ketika Abu jahil hendak menjenguk kawannya yang sedang

 

dirawan di rumah sakit jiwa Setibanya di sana Abu jahil langsung menemui kawannya dan mengajaknya ngobrol Kamu terlihat waras Kenapa masih di sini tanya Abu jahil aku sendiri juga heran Abu jahil padahal aku tidak gila tapi para perawat itu tetap saja menganggapku gila balas kawannya setelah ngobrol panjang lebar Abu jahil yakin kalau kawannya itu sudah waras terbukti saat diajak bicara perkataannya tidakelantur kemudian Abu jahil memutuskan untuk menemui Kepala perawat dan memasuki ruang kerjanya Tuan kawan saya itu kan sudah waras Kenapa masih dirawat di sini aku sudah banyak mengajaknya ngobrol dan perkataannya itu juga tidak ada yang aneh dia bicara layaknya orang normal k AB jahaduh andaah kawanmu itu ujar kepala perawat loh Memangnya

gimana caranya membedakan antara pasen yang masih gila dan yang sudah waras tanya Abu jahil Oh itu mudah caranya mula-mula aku mengisi gentong besar dengan air hingga penuh lalu aku suhu pasien untuk menguras gentong tersebut hingga kosong alat bantunya aku hanya memberikan dua pilihan yaitu ersah m mauak yang mana k kepala perat Oh gitu ya aku su Jah orang G kep perend itu abuah S kan tanya Abu jahil eh ternyata Anda juga orang gila ya kalau orang waras pasti akan mencabut penyumpat gentongnya jelas kepala perawat akhirnya Abu jahil pun malah ditangkap dan dirawat bersama kawannya itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *